18

RAGIL

Sebulan sekali kami mempunyai acara yg tidak bisa diganggu oleh siapapun,  karena setiap minggu pertama harus ke pesantren Ummu Habibah di Benda Tangerang. Karena anak kami yg ragil sedang menjadi santriwati di sana,  sejak kelas 2 SD dan sekarang kelas 4 SD.

Lokasi nya tidak terlalu jauh dari bandara Soekarno Hatta, jika akan ke arah bandara maka keluar Rawa Bokor,  terus sampai menemui komplek Perumahan Duta Garden .

Pesantren ini di dirikan oleh Almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh. Dan sekarang di teruskan oleh anaknya Ustadz  Umar alumni FE UGM dan menantunya Ustadzah Latifah alumni Al Azhar Mesir.

Pesantren Ummu Habibah ini khusus untuk anak perempuan dari kelas 1 sd 6 SD. Beberapa lulusan nya mampu menghafal 30 juz,  menjadi seorang hafidzoh.

Menjadi hafidzoh adalah harapan sebagian besar orang tua muslim.

Dengan mempunyai anak yg hafidz Al Qur’an akan banyak memberi pertolongan buat ke dua orang tua nya saat di yaumil akhir nanti.

Alhamdulillah sampai dengan saat ini Naura Izzati,  begitu kami memberi nama anak bontot kami,  masih bisa bertahan dan betah di pesantren Ummu Habibah.

Sebuah perjuangan bagi kami dan anak kami agar kelak bisa menjadi kebanggaan kami.  Dalam urusan ukhrowi.

Namanya juga anak anak,  pasti mengalami masa masa pasang surut dalam bergaul, berteman, berhubungan dangan teman teman nya atau dengan musyrifah / kakak pembina di asrama. Sempat beberapa kali minta untuk pulang ke rumah,  tidak melanjutkan lagi pendidikanya di pesantren.

Alhamdulillah dengan pendekatan dan pemberian pemahaman pentingnya Dan ke utamakan menjadi seorang hafidzoh kepada anak kami, si bontot kembali bersemangat melanjutkan pelajaran nya.

Hingga saat ini Alhamdulillah sudah sampai surat Al Munafiqun,  surat ke 63 atau 1/3 juz 28 sudah selesai dihafalkan.

Di antara ke lima anak kami,  soal makhrojul huruf dalam membaca Al Qur’an maka si ragil paling fasih.

Beberapa sahabat sempat mempertanyakan kok tega banget anak masih kecil dipisahkan dari orang tua nya.

Sempat juga kami bimbang manakala beberapa sahabat berdiskusi dengan memasukan unsur unsur psikologis manakala anak jauh dari orang tua.

Tidak ada unsur pemaksaan kepada si ragil hanya saja saat kami memasukan ke pesantren sudah berdiskusi terlebih dahulu. Tentu saja dengan bahasa anak anak, dan harus siap manakala di tengah jalan mogok.

Hidup adalah pilihan dan semoga pilihan kami terhadap si ragil tidak salah dan memberikan keberkahan buat kami sekeluarga. Amin.

Al Qur’an akan menjadi syafaat /penolong  bagi penghafal. Dari Abi Umamah RA ia berkata “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,  ‘Baca lah olehmu Al Qur’an,  sesungguhnya ia akan menjadi syafaat  pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafal nya).’  HR. Muslim.

@Jidan9084
3 Mei 2015

image

image

admin_kangardani

18 Comments

    • Nuwun Lek Slamet Rianto, ditunggu masukan nya ben rodok mutu tulisane

  1. Met bahagia Kang Ardani… insyaAllah mahkota di syurga dipersembahkan ananda Ragil di hari keabadian

    • Mengko putu ku anak mu salah siji ne tak bisikane ben koyo Naura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *