0

SURYO KONTHO

Saat bertugas di Amamapare Timika Irian Jaya tahun 1993-1996, saya mempunyai teman kantor yang sudah cukup sepuh namun unik, Pak Roesno Moeljono namanya , jika kebanyakan pegawai menjelang masa pensiun orang ingin dekat keluarga, beliau sebaliknya malah minta pindah ke Amamapare dengan alasan mencari pengalaman di luar Jawa sebelum pensiun, karena sejak menjadi Calon Pegawai hingga menjelang pensiun hanya bertugas di area Jawa Timur saja.

Beliau Arema asli sehingga dalam hal bercanda dan bergaul saya sangat menikmati, ruh Salam Satu Jiwa nya sangat merasuk ke dalam urat nadi nya, guyon nyerempet nyerempet ala Cak Kartolo tokoh Ludruk Surabaya seringkali menjadi bahan utama beliau dalam bercanda.

Beliau mempunyai semangat kerja yang patut untuk ditiru terutama oleh kaum muda saat ini, sangat bertanggung jawab dengan tugas tugas nya.

Tugas utamanya adalah melakukan penutupan Pos PU (Pemberitahuan Umum) Manifest Kapal atas barang barang modal dan barang konsumsi PT Freeport Indonesia yang datang dari Australia dan Singapura.

Dalam menutup menutup Pos Pemberitahuan Umum Kapal, masih dengan cara manual. Masing-masing Pos PU di beri tanda dengan garis warna merah bahwa Pos PU tersebut telah diselesaikan dengan PIUD (Pemberitahuan Impor Untuk Dipakai) Nomer dan Tanggal sekian.

Dalam menjalankan tugasnya beliau selalu tidak pernah ketinggalan membawa Suryo Kontho alias Kaca Pembesar . Meski sudah memakai kacamata plus beliau masih memerlukan Suryo Kontho dimana fungsi alat tersebut adalah alat bantu untuk menyelesaikan tugasnya. Dengan suryo kontho nya beliau meneliti satu per satu Pos PU, lembar demi lembar manifest kapal yang jumlahnya cukup banyak.

“Cek’e gak salah Mas , isin aku lek sampek Pak Kasubsi getun kambek kerjaanku mangkane aku gawe suryo kontho iki, lek ngene tambah jelas ongko kambek huruf dadi gedi gedi aku gampang ngerjakne iki”

Begitu alasan singkat kepada saya saat pertama saya tanya, mengapa harus memakai suryo kontho. Sebuah pertanyaan klise supaya saya bisa ngobrol saja.

Jika teringat akan hal tersebut saat ini saya baru menyadari betapa berat tugas Beliau saat itu, saya yang sekarang harus memakai kaca mata plus untuk bekerja saja seringkali kerepotan, selain kacamata plus Pak Roesno masih ditambah dengan suryo kontho. Semata mata agar tidak mengecewakan pimpinan yang memberi tugas.

Sehebat apapun kita , seabrek gelar pendidikan formal kita sandang, dalam dunia kerja kita memang memerlukan alat bantu, kita tetap manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf sehingga alat bantu menjadi sebuah keharusan.

Tiger Woods, Rafael Nadal, Lin Dan hingga Lionel Messi serta Ronaldo tetap memerlukan pelatih yang berfungsi sebagai alat bantu , salah satu fungsinya sebagai stabilisator, berfungsi sebagai pengingat bahwa mereka harus begini dan begitu .

Begitu pula kita jika suatu saat mendapat amanah untuk memegang sebuah jabatan maka kita harus mempunyai alat bantu , semakin banyak alat bantu bukan semakin merepotkan namun sebaliknya akan banyak membantu kita dalam memecahkan sebuah permasalahan.

Apa jadinya jika Manajer HRD sebuah perusahaan tidak mempunyai alat bantu dalam menangani karyawannya yang berjumlah puluhan ribu orang, dengan puluhan ribu masalah. Manakala seorang Manajer HRD menutup diri dari komunikasi dengan para karyawannya, dengan alasan untuk menjaga integritas ( atau kewibawaan..?) maka roda organisasi akan oleng karena kran utama komunikasi tertutup.

Menjadi resiko jabatan Manajer HRD manakala ada karyawan yang datang dengan segudang masalah, jangan dinilai sang karyawan tersebut tidak tahu jalan keluar atau tidak faham duduk masalah, bisa jadi saat itu sang karyawan hanya membutuhkan seorang pendengar saja, pendengar yang baik tidak lebih dari itu.

Seperti halnya seorang fotografer atau peng-hobby foto , manakala akan memotret foto landscape maka wajib memakai alat bantu tripod, ada juga yang masih ditambahi filter, masih kurang pakai kabel release supaya foto yang dihasilkan tidak shake.

Jangan alergi dengan alat bantu manakala itu demi sebuah kebaikan , demi sebuah keputusan.

admin_kangardani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *