7

Lomba Tahfidz Qur’an DJBC

Setiap bulan Ramadhan, Masjid Baitut Taqwa Kantor Pusat Ditjend Bea Cukai mengadakan Lomba Tahfidz Qur’an Juz 30, tahun ini penyelenggaraan ke 4. Ibarat bayi masih balita jadi wajar jika masih “tertatih-tatih”. Ide dan niat baik ini harus diapresiasi.

Spanduk nan megah

Spanduk nan megah

 

Jika niat awal dahulu acara ini terbatas untuk para pegawai di lingkungan DJBC , maka tahun ini sedikit melebar. Peserta para pegawai dan keluarga pegawai di lingkungan Kemnetrian Keuangan. Hingga hari H pelaksanaan tercatat 59 orang pendaftar LTQ Juz 30 ini.

Animo dari para pegawai dan keluarga pegawai (terutama) DJBC masih sangat kecil, sehingga perlu terobosan baru untuk acara sejenis tahun depan.

Dari 59 orang pendaftar , akhirnya hanya 50 orang yang melakukan daftar ulang untuk mengikuti test “penyisihan”, dimana materi test ini adalah “menulis” surat bagian dari juz 30, masing masing peserta berbeda surat dalam juz 30 yang harus di tulis dan mereka tidak mengetahui terlebih dahulu, surat apa yang harus mereka tulis.

Judulnya memang Lomba “Menghafal” Al Qur’an akan tetapi panitia berharap bahwa merek atidak hanya sekedar hafal namun mereka juga faham dan mengetahui makna yang dikandung dalam juz 30 tersebut.

Dari 50  peserta dalam babak penyisihan , menjadi 20 orang yang lolos test tulis. Dari 20 orang peserta tersebut kemudian di test lagi hafalan nya untuk maju ke babak final yang diambil 10 orang.

10 orang finalis tersebut

10 orang finalis tersebut

 

Dalam babak final ini para peserta bertanding seeprti Cerdas Cermat dimana juri memberi pertanyaan dan siapa yang bisa cepat menjawab dengan benar akan memperoleh poin.

Finalis TERMUDA

Finalis “TERMUDA”

 

Para Finalis LTQ 2015

Para Finalis LTQ 2015

Dari 10 Orang finalis ada salah satu peserta yang sangat istimewa yang bernama Ernest Regia Achmad Chandra biasa dipanggil Egy anak seorang pegawai Kantor Bea Cukai Bogor yang bernama Okke Achmad Baharuddin.

Egy menjadi istimewa dibanding finalis lain karena saat ini baru naik kelas 6 SDIT Darul Muttaqin Bogor. Ke istimewaan lainnya, Egy seorang penyandang autis dan indigo .

Saat umur 3 tahun Egy baru bisa bicara, dan saat bicara masih terbata-bata minta pensil dan buku sambil menunjuk deretan angka yang kami tempel di dinding rumah mengatakan pengen itu-maksudnya bisa menulis-dengan berlinang air mata saya kemudian memberi sebuah buku dan pensil.

Kemudian saya beri contoh deretan angka dan cara menulis angka angka tersebut.

Kurang lebih seminggu buku tersebut di berikan kepada saya lagi, saya lihat satu buku sudah terisi penuh deretan tulisan angka sampai dengan 12.000. Saya takjub dan heran melihat hal ini, karena sejak awal mengetahui anak saya adalah seorang autis saya berusaha ikhlas menerima karunia Allah ini. bukankah banyak sahabat-sahabat saya yang sudah berobat sampai ke luar negeri untuk mendapat momongan dan sampai saat ini belum berhasil. 

Sebaliknya saya dikarunia anak sampai 3 orang, meski sulung saya autis saya tetap harus bersyukur dan bersyukur. Adiknya yang nomer 2 saat ini terlihat gejala hiper aktif. Saya tetap enjoy saja tetap berbahagia dengan karunia dari Allah ini. Sekali lagi saya bisa belajar sabar dan belajar ikhlas dari kondisi anak-anak saya ini.

Saya yakin bahwa Allah tidak mungkin memberi saya cobaan melebihi kemampuan saya, apalagi berat badan saya sebesar ini Mas …..he he he. 

Yang membuat kami semakin yakin dengan kekuasaan Allah karena selain saat ini Egy sudah hafal juz 30 dan semoga semakin bertambah hafalannya. Egy juga juara 1 OSN Matematika Kabupaten Bogor dan tahun ini juara 4 OSN Matematika Propinsi Jawa Barat.

“Fabiyayyika ala irobbikama tukadziban” Maka nikmat Tuhanmu mana yang kamu dustakan.??

Cerita Okke tentang ke dua buah hati nya membuat saya merinding.

Egy saat menjawab pertanyaan di babak final

Egy saat menjawab pertanyaan di babak final

Dalam lomba LTQ juz 30 tahun ini Egy kembali membuat kedua orang tuanya bahagia dan bangga karena meraih juara 2. Sekaligus membuat kami yang hadir di acara tersebut haru dan malu. Karena kami yang nota bene lebih sehat lebih normal belum mampu hafal juz 30 dengan tartil.

Kehadiran mereka membuat acara LTQ menjadi HIDUP

Kehadiran mereka membuat acara LTQ menjadi HIDUP

Jawaban Egy yang selalu "apa adanya" khas anak autis , saat diajak dialog

Jawaban Egy yang selalu “apa adanya” khas anak autis , saat diajak dialog

seorang anak "menikmati " Lomba Tahfidz Al Qur'an

seorang anak “menikmati ” Lomba Tahfidz Al Qur’an

Penghitungan skor untuk menentukan pemenang

Penghitungan skor untuk menentukan pemenang

Juara 1-5

Juara 1-5

Para juara 1-5 beserta finalis

Para juara 1-5 beserta finalis

Sesi dialog Egy dan Ayahanda nya

Sesi dialog Egy dan Ayahanda nya

Egy anak hebat

Egy anak hebat

Terima kasih Egy terima kasih Okke yang telah memberi banyak hikmah hidup kepada kami (terutama saya) bahwa janji Allah pasti benar. Allah tidak akan membebani seseorang melebihi batas kemampuannya, sikap kita hanya perlu sabar dan ikhlas atas semua ini. Energi ikhlas yang harus selalu kita perbaharui, energi sabar yang tidak boleh terhenti.

 

Wassalam

@Jidan9084, KBN Cakung 29 Juni 2015

admin_kangardani

7 Comments

  1. sangat menginspirasi. sangat membanggakan. Insya Allah semua diberi pencerahan karena seorang Egy. Allah Maha Benar dengan semua janjiNYA.

  2. Matur nuwun Mas Kaji…. better late than never. Selain kita hafalin UU Kep dan Cukai, seyogyanya kita juga hafalin UU Tuhan…

  3. Subhanallah, ini sangat memacu semangat anak bangsa supaya lebih giat dalam belajar. Semoga generasi selanjutnya akan lebih baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *