5

SABTU BERSAMA BAPAK

Selepas lebaran kemarin,  saya diberi buku oleh anak sulung saya, Husna Faizah yg memanggil dirinya Una.

Abi harus baca buku ini”
“Isine opo nDuk? “
” Baca sendiri dong, paling pas besok saat Abi mau hunting foto ke Bromo khan pulang nya Sabtu, jadi pas ama judulnya “
” OK “
” Novel kok,  gak tebel,  Una yakin Abi bisa selesai baca pas hari Sabtu besok”
“Gak janji ya nDuk “
” Pokoknya harus selesai hari Sabtu,  titik! “
” Siap komandan! “

Una, oleh oleh dari Tembagapura Papua sudah menjadi gadis yg semakin dewasa, sebagai anak sulung sudah semakin berbeda meski baru setahun di kampus Bulaksumur Jogya ternyata semakin membuat Una menjadi wanita yang mandiri. Seiring bertambah usia membuat Una semakin dewasa.

Salah satu cara khas sejak kecil adalah keberanian Una mencoba hal hal baru. Juga suka dengan tantangan.

Keberanian nya kadang,  atau sering malahan membuat Ummi nya ketakutan, seperti saat mudik kemarin dengan percaya diri berbisik

Nanti kasih kesempatan Una nyopir ya,  tapi jangan kasih tahu Ummi ntar gak boleh “
” Sip… “

Dan dalam perjalanan pulang kampung, selepas istirahat di SPBU MURI Tegal,  aku kasih kesempatan Una untuk membawa mobil.

Mas… beneran Una yg nyopir?
Aku takut,  khan Una baru 3x belajar sama Pak Sanusi.
Insya Allah bisa… yakin saja, Bismillah.

Akhirnya dari Pemalang hingga Karanganyar Una yang nyopir,  Ummi dan adik adik nya gak ada yang tidur karena tegang,  sebaliknya saya pules.

Alhamdulillah tugas dari Una untuk mengkhatamkan novel yang diberikan bisa aku tuntaskan.

Sebuah PELAJARAN berharga dari novel tersebut, dalam novel tersebut sebenarnya adalah sebuah pelajaran “parenting”  yang dikemas dalam bentuk novel dengan bahasa yang “kekinian“.

Penerbit novel ini cukup cerdik dengan membuat design novel yang tidak seperti biasa, sejak terbit pertama tahun 2014 sudah naik cetak ke sembilan di tahun 2015.

Sebuah prestasi di bidang percetakan mengingatkan saat ini industri cetak sedang mengalami kelesuan akibat tidak langsung dunia digital.

Novel tersebut menceritakan sebuah keluarga terdiri dari Pak Gunawan,  Ibu Itje,  Satya dan Cakra.

Dalam novel tersebut diceritakan Pak Gunawan sudah meninggal dunia,  saat ke dua anaknya masih kecil karena sakit.

Untuk tetap “berada”  di samping anaknya Pak Gunawan punya cara lain untuk menghadirkan dirinya di tengah keluarga nya.

Selama ini Pak Gunawan membuat rekaman video dalam durasi yang pendek, cara pembuatan pun sangat sederhana hanya bermodal video recorder dan tripod.

Video rekaman tersebut dibuat sesuai tema dan usia ke dua buah hati mereka. Tentang arti kasih sayang kepada keluarga, tentang keberanian, tentang penting nya agama, tentang kesalahan yang tidak boleh di ulang.

Yang menarik sepeninggalan Bapak mereka, Ibunda Itje selalu memutar rekaman video yang dibuat oleh Almarhum Bapak mereka.

Malam minggu adalah malam yang ditunggu oleh Satya dan Cakra,  “kehadiran”  Bapak mereka meski sudah di dunia lain ternyata memberi efek paikologis yang luar biasa.

Pesan pesan yang disampaikan Almarhum ayahanda mereka rekam dengan baik,  bisa jadi kemungkinan ke dua buah hati mereka mempunyai kemampuan bahasa Visual yang cukup bagus.

Satya dan Cakra jika terbentur pada sebuah masalah akan memutar kembali rekaman video Ayah mereka dan bisa mendapatkan solusi nya.

……

Mari kita belajar,
Mari kita bermain
Bapak ada disini
Disamping kalian

……

Bapak sayang kalian

( halaman 5)

Banyak sekali pelajaran tentang arti pendidikan terhadap anak bisa kita ambil dari novel tersebut.

Bapak Bapak saya sarankan untuk membeli novel ini lalu membaca kemudian membuat koreksi pribadi atas apa yang sudah kita berikan kepada anak anak kita tentang hidup dan kehidupan.

Dengan harga tidak semahal biaya langganan internet gadget kita namun pelajaran yang bisa dipetik sangat luar biasa.

image

SABTU BERSAMA BAPAK

image

Penerbite Gagas Media

@Jidan9084
Xiomi
#syawal1436
#planetmBekasi

02/08/2015

admin_kangardani

5 Comments

  1. Akhirnya setelah hampir satu bulan tulisannya update lagi…

    Nembe sibuk nggih Mas? Hehehe

  2. Bukan harta melimpah atau setumpuk uang, Bapak yang satu ini mulai merekam pesan-pesannya untuk Satya dan Cakra sebagai warisan, dia meminta rekaman video ini diputar setiap hari Sabtu untuk ditonton kedua anaknya setelah dia meninggal dunia nanti. Bagi Satya dan Cakra, ini adalah waktu terbaik mereka setiap minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *