3

PAHAM

Mahasiswa Program Diploma Bea Cukai sedang melakukan praktek peemriksaan sarana pengankut

Mahasiswa Program Diploma Bea Cukai sedang melakukan praktek peemriksaan sarana pengangkut

 

Mereka adalah adik-adik saya yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL), sebagian besar dari mereka seumuran dengan anak sulung saya sehingga dalam menyambut mereka saya serasa sedang bercengkerama dengan anak saya.

Kantor Bea Cukai Jakarta yang berlokasi di Bandara Halim Perdana Kusuma, salah satu tugas nya adalah melakukan pelayanan dan pengawasan terhadap barang kiriman dari luar negeri yang dikirim melalui Perusahaan Jasa Titipan (PJT) . Di era digital saat ini penjualan melalui online sangat besar volume nya, sehingga menjamur usaha pengiriman paket. Untuk level Internasional ada UPS Cargo, FeDex, DHL dan lain lainnya.

Pesawat cargo yang dimilki oleh  Perusahaan Jasa Titipan (PJT)  setiap hari mendarat di Bandar Udara Halim  Perdana Kusuma, salah satu tugas Kantor kami melakukan pemeriksaan sarana pengangkut sesaat setelah mendarat. Untuk mengenalkan jenis pekerjaan seperti ini kepada adik-adik kami , mereka kami libatkan dalam proses tersebut. Mereka hanya melihat bagaimana para senior senior mereka melakukan salah satu  tugas pokok fungsi Direktorat Jenderal Bea Cukai. Mereka akan membuat catatan-catatan untuk dibandingkan dengan teori yang mereka dapatkan di Kampus.

Sebelum adik-adik kami mengikuti dan melihat jenis-jenis pekerjaan di Kantor kami, mereka akan diberi arahan oleh senior senior mereka dengan tujuan agar mereka memahami tugas pokok fungsi Direktorat Jenderal Bea Cukai dalam bentuk praktek.

Setelah selesai mengikuti senior-senior mereka di lapangan , adik-adik kami akan diajak diskusi untuk disanding kan dengan teori yang mereka dapatkan di bangku kuliah. Saat seperti ini biasanya akan membuat diskusi menjadi hangat karena adik-adik kami akan banyak bertanya tentang beberapa pointer-pointer yang menurut mereka tidak seperti teori yang mereka dapatkan.

Paham artinya mengerti, bukan sekedar mengikuti tanpa tahu. Disini peran penting seorang senior untuk yunior-yuniornya, jika seorang senior salah dalam memberi contoh  maka akan berakibat besar dikemudian hari. Seorang senior harus  memberikan kepemahaman kepada yuniornya , bukan sekedar mengajak.

Jangan sampai keberadaan kita dalam instansi tercinta kita ini dalam menjalankan tugas  hanya sekedar ikut – ikutan, hanya sekedar taklid, mencontoh dari kakak senior kita, tanpa faham lebih lanjut tentang tugas pokok fungsi DJBC.

Begitu besar fungsi seorang senior terhadap yunior nya dalam membantu mereka memahami tugas pokok fungsi DJBC, karena jika seorang senior bisa memberi pemahaman yang benar tentang DJBC maka hal ini akan membekas ke dalam alam bawah sadar para yunior-yunior tersebut, dan sebaliknya apabila para senior tidak tepat dalam memberi pemahaman akan Bea Cukai maka masa depan DJBC bisa suram,  sesuram era tugas pokok fungsi Bea Cukai disegel oleh pemerintah melalui Inpres 4 Tahun 1985.

Begitu sentral peran seorang senior dalam men-drive pemikiran yuniornya karena sebuah pemikiran harus mendahului tindakan,  melaksanakan tugas pokok fungsi DJBC secara benar merupakan langkah awal dari sebuah langkah besar kedepan seorang yunior melaksanakan tugas sesuai sisdur yang telah ditetapkan.

Para ahli sufi juga membuat alur  ilmu akan membentuk sikap, sikap akan mendorong perbuatan. Karena ilmu merupakan bukti keimanan dan jalan menuju kebenaran.

Sebagaimana pernyataan psikolog yang menyatakan ada alur antara pengetahuan, emosi dan perbuatan. Artinya disini bahwa ilmu menjadi hal mendasar yang harus dimiliki sebelum tahap selanjutnya. Dan ilmu ada setelah kita memahami.

Resiko menjadi seorang senior saat ini di saat era sudah berubah , era keterbukaan . Jika kita dahulu mendapat contoh yang tidak tepat dari seorang senior kita dalam menjalankan tugas pokok fungsi, maka sekarang saat yang tepat untuk memberi sumbangsih kepada instansi tercinta kita dengan cara menyadari serta mengoreksi kesalahan pemahaman kita terhadap instansi kita ini, lalu memberi pemahaman  tentang hal tersebut kepada para yunior kita.

Semoga Allah senantiasa menguatkan pemahaman kita, sehingga setiap jengkal jalan kehidupan kita dapat maksimal dan menghasilkan amal yang optimal bagi Direktorat Jenderal Bea Cukai sebagai bekal hidup di akhirat kelak. Sehingga mimipi – mimpi besar kita, visi brilian kita tentang Direktorat Jenderal Bea Cukai yang sejajar dengan intitusi Kepabeanan Internasional akan segera terealisasi, tentu seiring dengan semakin matang dan dewasanya kita dalam memahami instansi kita ini. Selalu semangat, optimis, pantang menyerah. Semoga senantiasa dalam keberkahan Allah. Amiin.

admin_kangardani

3 Comments

  1. tulisan ringan yang maknanya sangat dalam…. luar biasa kang ardani…!! semoga mimpi besar harapan kang ardani tttg DJBC dapat terwujud…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *