2

BELAJAR dari LENSA KAMERA

Seringkali kita dalam hunting foto atau memotret human interest terkesan hit and run . Bisa jadi hasil yang didapat secara teknis fotografi akan sangat memuaskan, akan tetapi bagi saya kurang memberikan kepuasan maksimal, karena kita bisa kehilangan pelajaran-pelajaran hidup dari fotografi.

Jika kita bisa dekat dengan sebuah obyek foto maka kita bisa banyak mendapat ibroh (pelajaran) dari fotografi, seperti apakah selama ini kita sudah termasuk orang yang bersyukur atas segala nikmat dari Nya..?atau sebaliknya kita termasuk orang yang kufur nikmat.

Beberapa waktu yang lalu bersama Pak Eko, Mbak Titis dan Lek Imam sahabat kantor yang kebetulan hobby motret, mendapat tugas agar memotret di Pabrik Rokok Kudus.

Dari Pak Produser Kaji Arief RH , kami diminta untuk bisa menghasilkan foto-foto yang lain dari yang lain, tentang situasi kerja, interaksi buruh pabrik dengan pegawai Bea Cukai, serta hal lain yang bisa memberi efek positif untuk instansi tercinta kami.

Sebuah tantangan bagi kami yang bukan fungsional fotografer,  kami hanya struktural fotografer , bukan hal yang mudah bagi kami untuk bisa memenuhi permintaan Pak Produser.

Sangat mungkin  foto foto  yang kami hasilkan akan menimbulkan kontroversi,  bukan saja dari para penggiat anti tembakau, bahkan dari teman-teman se instansi kami sendiri juga sangat mungkin.

Bagaimanapun juga kami sadar bahaya rokok bagi kesehatan, akan tetapi disatu sisi neraca perdagangan negeri ini masuk mengharapkan penerimaan negara dari sektor cukai.

komoditi kontroversi itu

komoditi kontroversi itu

di lokasiini ada 4700 karyawan dan lokasi seperti ini ada 20 milik sebuah pabrik rokok di Kudus

di lokasi ini ada 4700 karyawan dan lokasi seperti ini ada 20 milik sebuah pabrik rokok di Kudus

Team yang diminta motret pabrik rokok malah gak ada yang merokok, piye jal..??

Koordinasi, Komunikasi dan Konsolidasi motto ini mulai kami dapatkan saat kami mempunyai Dirjen yang baru, Pak Heru Pambudi dalam status BB dan Whatsapp nya menulis demikian, dan dalam waktu yang tidak terlalu lama sahabat-sahabat saya status sosmed nya berubah, seperti status Pak Dirjen.

Instansi kami sudah terbiasa menciptakan suasana kekeluargaan yang kuat agar kami bisa nyaman dalam bekerja. Status yang menyejukan akan bisa berdampak positif jika dibandingkan status provokatif .

Hukum alam akan berlaku energi positif yang kita keluarkan akan berdampak positif buat kita begitu pula sebaliknya. 

Dengan modal motto tersebut kami berusaha untuk bisa memperoleh foto foto yang bisa memenuhi keinginan Pak Produser, serta berharap sedikit kontroversi yang timbul  manakala foto-foto yang kami hasilkan di publish oleh team Humas DJBC. Pro dan kontra akan selalu ada.

Bagaimanapun bahasa visual sangat berbeda dengan bahasa textual.

buruh pabrik rokok yang sudah puluhan tahun bekerja di pabrik ini

buruh pabrik rokok yang sudah puluhan tahun bekerja di pabrik ini

 

Proses peracikan

Proses peracikan

Proses pelintingan

Proses pelintingan

Serius

Serius

Oyek foto yang kami hadapi adalah mbok-mbok buruh linting rokok kretek yang sebagian besar sudah sepuh/tua sudah pasti tidak nyaman jika kami berkomunikasi dengan bahasa nasional.

Dengan modal pelajaran bahasa jawa kromo inggil saya mencoba berkomunikasi dengan mbok-mbok pembuat rokok tersebut, kultur mereka yang tidak terbiasa dengan kromo inggil menjadi sebuah  tantangan baru bagi kami, masyarakat pesisir pantai jauh berbeda dengan saya yang asli Karangnyar, teringat dengan ajaran dari almarhum orang tua,  jika berkomunikasi dengan siapapun yang lebih tua harus dengan bahasa jawa kromo inggil.

” Mbah, nyuwun pangapunten kulo sangking Kantor Cukai mriki, badhe nyuwun gambar panjenengan saged Mbah?”

“Wis Mas, ojo nganggo boso kraton aku ora injoh jawabe”

Dialog dengan mbah-mbah buruh pabrik rokok yang tidak berkenan dengan kromo inggil membuat saya mundur teratur.

Dengan bantuan Pak Eko, Mbak Titis, Pakdhe Broto dan Paklek Imam perlahan-lahan hambatan komunikasi kami bisa teratasi, apalagi Bu Titis dengan bahasa Jawa Timur nya ( baca Arudam ) membuat mbok-mbok pelinting rokok kretek menjadi mudah untuk diminta berpose.

“Woalah Nak….simbah kok di foto mbok moto sing ayu-ayu kuwi wae”

“Nek sing ayu pun uakeh Mbah…konco-konco kulo niki biasane motret bocah wedok ayu, lha saiki pengen moto simbah sing ayune taksih enten Mbah” Kata Bu Titis saat berhasil meyakinkan mbah-mbah pelinting rokok.

Mbak Titis ahli perkapalan BC yg lebih cocok jadi seniman

Mbak Titis ahli kapal BC

 

Gak mudah bikin rokok kretek, kata Mbak Titis

Gak mudah bikin rokok kretek, kata Mbak Titis

 

Kualitas rokok kretek ditentukan dari banyak unsur selain tembakau cengkeh saos juga kualitas melinting rokok tersebut

Kualitas rokok kretek ditentukan dari banyak unsur selain tembakau cengkeh saos juga kualitas melinting rokok tersebut

 

kalau ini mbak-mbak buruh rokok

kalau ini mbak-mbak buruh rokok

Setelah Mbak Titis berhasil mencairkan suasana,  kami jadi lebih leluasa untuk memotret mereka bahkan ada beberapa embah-embah yang minta di foto.

Seringkali kita melupakan Komunikasi, Koordinasi dan Konsolidasi dalam pekerjaan sehari-hari kita yang mengakibatkan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Muncul potensi masalah yang berkaitan dengan hukum dikarenakan kita tidak menjalin Komunikasi, Koordinasi dan Konsolidasi .

 

Memprktekan pelajaran komunikasi koordinasi konsolidasi

Mempraktekan pelajaran komunikasi koordinasi konsolidasi

Memprktekan pelajaran komunikasi koordinasi konsolidasi

Mempraktekan pelajaran komunikasi koordinasi konsolidasi

Memprktekan pelajaran komunikasi koordinasi konsolidasi

Mempraktekan pelajaran komunikasi koordinasi konsolidasi

Memprktekan pelajaran komunikasi koordinasi konsolidasi

Mempraktekan pelajaran komunikasi koordinasi konsolidasi

Memotret yang bukan pekerjaan utama kami saja tetap memerlukan Komunikasi, Koordinasi dan Konsolidasi , apalagi tugas utama sahabat sahabat kami di lapangan, yang antara lain bertugas di ujung negeri ini mengawal perbatasan negara dari acaman barang-barang terlarang, selain itu sebagai aparat fiskal yang harus bisa memenuhi target penerimaan negara dari sektor bea masuk dan cukai.

Sahabat sahabat kami yang setiap hari dalam satu minggu menjaga perbatasan tidak mengenal kata hari libur, begitu juga sahabat sahabat kami di bandar udara atau pelabuhan laut mereka 7×24 jam melayani proses ekspor impor.

Sahabat kami di lapangan selain menjadi pelayan juga menjadi pengawas dalam proses ekspor impor di tanah air tercinta ini.

Tetap semangat sahabat, semoga dedikasi sahabat sahabat semua dalam menjalankan tugas negara ini menjadi catatan amal kebajikan di akherat kelak. Amin.

Foto Keluarga

Foto Keluarga

 

@Jidan9084

Akhir pekan Pinggiran Jakarta, 10/10/2015

admin_kangardani

2 Comments

  1. Seratanipun njenengan niku lho Mas, jian mantep sanget. Saking permasalahan ingkang dipun alami saben dintenipun, panjenengan racik dados seratan ingkang asrep, teges gampil dipun mangertosi..

    *maaf bahasa jawa saia ancur..

    • matur nuwun sanget mas elwi, mongkok sanget manah kulo panjenengan kerso maos coretan kawulo ingkang mboten ngilmiah puniko mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *