8

WOLES BRO…………

Rohmat, bukankah si Ika yang di IKC sudah samapta bareng kowe.?

“Leres  Pak..”

“Lha kok ada informasi harus ikut Samapta ulang, kowe juga..?”

“Kulo mBoten nderek samapta ulang niku Pak,  saya juga kurang tahu informasi pastinya Pak, memang saya juga  dengar informasi itu Pak , sekarang ini mereka satu angkatan masuk Pusdiklat lagi?”

Ok, Terima kasih Rahmat”

Di Instansi kami diklat Samapta (latsarmil) merupakan kewajiban untuk semua pegawai yang telah resmi menjadi bagian keluarga besar Ditjen Bea Cukai . Suka tidak suka diklat samapta harus dijalani oleh semua pegawai.

Seringkali ungkapan bernada joke menjadi andalan di tempat kerja kami, “dasar anak belum disamapta” jika kami menjumpai ada pegawai baru / yunior yang belum menunjukan sikap menghormati /berempati  kepada senior misalnya.

Kami kerja memakai seragam, ada tanda pangkat, nama, tanda jabatan sehingga mempemudah kami untuk memberi tanda mana senior mana yunior.

Semua pegawai DJBC sepertinya sepakat Samapta itu enak untuk diceritakan tetapi tidak enak untuk dijalani.

Kenang kenangan adanya penggilan dadakan di asrama di saat kami tertidur pulas, saat itu juga harus ke lapangan upacara untuk berkumpul, ada yang bisa memakai seragam lapangan, ada yang pakai sarung, ada juga yang pakai baju seragam teman sekamar di barak.

Makan siang bersama sama di lapangan dengan piring yang diputar bergantian makannya sesuap-sesuap, makannya setelah lari mengitari asrama.

Seminggu sekali masuk got di samping Pusdiklat yang aromanya luar biasa wangi.

Memori-memori tersebut sangat mungkin tidak nyaman untuk dikerjakan, namun yakinlah suatu saat akan terbahak-bahak saat menceritakan.

Dan jika tiba-tiba kita harus masuk barak di Pusdiklat untuk remedial diklat samapta, gondok boleh saja akan tetapi jangan berkelanjutan.

Santai saja, Woles Bro……….

Siap pelatih..!!!

Siap pelatih..!!!

"Pasukan Tempur"

“Pasukan Tempur”

Kapan lagi bisa senam senjata kalau gak pas samapta

Kapan lagi bisa senam senjata kalau gak pas samapta

Di Samapta kita dikenalkan dan diajarkan tentang  jiwa korsa.

Jiwa korsa dapat diartikan sebagai rasa hormat, kesetiaan, kesadaran, dan semangat kebersamaan terhadap sesuatu, yang sering ditujukan kepada negara, korps, atau perkumpulan.

Jiwa korsa ini juga dapat diartikan rasa senasib sepenanggungan, perasaan solidaritas, semangat persatuan dan kesatuan terhadap suatu korps sehingga faktor-faktor jiwa korsa ini meliputi rasa hormat, kesetiaan, kesadaran, dan tidak mementingkan diri sendiri maupun golongan

Dalam jiwa korsa terkandung inisiatif, tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi untuk suatu hal yang mulia, seperti halnya dalam mempertahankan negara, prinsip yang benar, maupun hal-hal lain yang bersifat kebajikan dan kebaikan menolong dengan tetap mengedepankan rasa kebersamaandan kewajaran, serta tidak menjurus ke chauvinisme atau fanatisme berlebihan terhadap sesuatu sehingga tidak bisa membedakan baik-buruk  tapi kita harus melihat sisi kebersamaan demi kebaikan

Mengutip dan mengacu pada Staplekamps jr. Le luit derat dalam tulisan berjudul corps geest (demilitaire spectator, 1952) mengemukakan bahwa pengertian jiwa korsa terdiri dari faktor – faktor :

  1. Rasa hormat, rasa hormat pribadi dan rasa hormat pada organisasi/korps.
  2. Setia. setia kepada sumpah, janji dan tradisi kesatuan serta kawan – kawan satu korps.
  3. Kesadaran. Terutama kesadaran bersama, bangga untuk menjadi anggota korps.

Dengan demikian, jiwa korsa bukan hanya penting dikalangan militer namun juga semua lingkungan, termasuk di diorganisasi karena jiwa korsa yang baik akan menciptakan disiplin ketertiban, moril dan motifasi.

Sementara untuk memupuk jiwa korsa tersebut, upaya dapat dilakukan dari dalam maupun dari luar kesatuan sendiri, namun prosesnya perlu ditumbuhkan melalui pendidikan, kegiatan latihan, penyuluhan dan efektifnya komunikasi.  ( sumber http://asmu3.blogspot.co.id )

IMG_0155

Pundak Kiri Senjata Grak..!

Siswa..!

Siswa..!

Jika saat ini dinilai oleh pimpinan instansi tercinta kita bahwa kita belum bisa menunjukan jiwa korsa maka jangan marah, woles bro….ibarat sedang memotret, pimpinan kita  menggunakan lensa super wide dan high angle jadi gambar yang diperoleh akan lebih luas cakupannya. Sedangkan kita memotret dengan lensa kit alias lensa kasta terendah dengan eye level sehingga gambar yang diperoleh tidak bisa detail serta tidak bisa mencakup semua unsur.

srikandi DJBC

srikandi DJBC

atraksi siswa samapta

atraksi siswa samapta

 

Karena kita sebuah keluarga besar dan pimpinan kita adalah ibarat orang tua kita, maka kita harus yakin tidak ada dan tidak mungkin ada orang tua yang menyengsarakan anaknya.

Ambil sisi positif dari remedial samapta, jangan perbesar rasa dongkol serta mencari siapa yang salah karena itu tidak menyelesaikan masalah.

Sebagai info saja barangkali belum tahu,  senior kita angkatan  1991 juga mengalami samapta ulang karena dinilai belum mempunyai jiwa korsa yang semestinya saat beliau-beliau itu masih pelaksana, namun sekrang hampir semua mereka menjadi pimpinan di DJBC.

Angkatan saya harus LITSUS ulang, karena ditengarai ada gerakan radikal (kala itu) oleh pimpinan DJBC saat itu.

Jadi adik-adik ku jangan merasa didholimi , yakinlah TIDAK ADA orang tua yang ingin anaknya gagal. Bisa jadi kelak diantara kalian yang saat ini samapta ulang akan menjadi pimpinan tertinggi DJBC. Amin.

Jadi Woles Bro…………

#SalamKorsa

@Jidan9084

Bersama pelatih dari Korps B

Bersama pelatih dari Korps Baret Merah

admin_kangardani

8 Comments

  1. He he mantap tulisanya kang, enak diceritakan, pahit njalaninya. Btw ada masukan dikit, itu permalink nya diset ke postname kang, jd th dan tgl tdk muncul di url, trus apakah sdh pakai plugin seo by yoast?

  2. Samapta ulang ibarat kalibrasi ulang, kenapa dikalibrasi? Berarti masih diperlukan dan diharapkan daya gunanya. Btw, untuk generasi baru DJBC dari era modern (digital native) sekarang ini memang kentara sekali loh efek positif dari samapta. Mungkinkah perlu ditambah jamlatnya, porsi kembali seperti era 90-an?

  3. Ya hrs paham ngilmu SEO ben ratingnya no 1 terus di mbah google srarch shg banyak yg baca dn tercerahkan.

  4. Keren Pakde.. satu hal yang saya idamkan dari dulu adalah ikut Samapta. Mayan, bisa olahraga bareng-bareng secara gratis dan bebas dari panggilan atasan selama beberapa hari. Yang penting jangan suruh mbedain jenis pelor berdasar warna selongsongnya aja, bisa-bisa ada korban jiwa….

  5. Pas tulisane… Semangat buat yg samapta ulang… Jangan khawatir, samapta ulang tidak menghalangi untuk nantinya berhasil dengan kariernya… Yg penting banyak belajar dan kerja keras…. Jadi DG juga… Bener to masbro…

  6. LUAR BIASA! ndan
    saya setuju buanget bahwasanya sikap korsa banyak terbentuk ketika samapta 🙂

  7. ado eee mati kaka de’ kata si jhon
    yanda ko ee, ba biasa jo.. jawab si yeri
    napa ngana bilang biasa..! bangka dada, bangka mata, bangka otot = jhon
    so itu de pe seru kaka= yeri
    samapta hu-ha hu-ha yesss………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *