0

JARWO DOSOK

Dalam pelajaran bahasa jawa ada materi pelajaran jarwo dosok yang jika diartikan secara singkat  jarwo dosok adalah  sebuah kata dalam bahasa jawa yang merupakan gabungan atau pemendekan dari 2 kata atau lebih. Pemendekan kata-kata tersebut dilakukan untuk memudahkan penyebutan, namun pada saat bersamaan tetap mempertahankan makna, tentunya bagi yang paham dengan makna kata-kata awalnya.

Contoh kata Jarwo Dosok misalnya  :

  • Kodok teko-teko ndodok (datang-datang jongkok) jika kita amati maka itu sifat dasar Kodok yang senantiasa jongkok
  • Garwo Sigaraning Nyowo, istilah sigaranging nyowo jika diartikan adalah belahan hati, belahan jiwa sebuah kalimat yang sangat romantis, sedemikian puitisnya bisa menciptakan padanan kata yang menggambarkan aspek keharmonisan laki-laki perempuan yang terikat dalam sebuah perikatan suci.
  • Guru di gugu lan di tiru  sebuah penggambaran betapa mulia profesi seorang guru di mata masyarakat. 
"Pak Haji" salah satu guru hebat saya

“Pak Haji” salah satu guru hebat saya

 

Jika sekarang profesi mulia (guru ) ini banyak yang menghindari dan lebih memilih profesi lain yang lebih menjanjikan secara materi, maka kita masyarakat ikut andil dalam menanamkan persepsi ini kepada anak-anak kita baik secara langsung atau tidak langsung.

Jika sekarang banyak anak-anak kita yang lebih banyak memilih profesi – profesi yang secara instan menghasilkan materi dalam jumlah yang banyak , ini tidak lain karena sikap hedonis kita. Kita terbiasa disuguhi di media massa tentang  ajakan agar kita belanja dan terus belanja, tidak punya uang cash yang cukup..? Gampang saja wong dunia perbankan menawarkan kartu kredit yang luar biasa gampangnya.

Saat ini rumah kita sudah tidak lagi mempunyai pintu dari serbuan konsumerisme selama 7×24 jam, tanpa kita  sadari atau sebaliknya kita menikmati nya?,  (maaf) bahkan masyarakat kita yang secara ekonomi hidup dibawah standar saja menjadi korban serbuan kosumerisme, banyak diantara masyarakat kelas bawah yang tidak mampu menyekolahkan anak nya ke jenjang yang lebih tinggi namun mereka masih kuat untuk membeli sebungkus rokok setiap hari. Ironi memang.

25 Nopember ditetapkan sebagai Hari Guru  harus diakui masih banyak kekurangan perhatian negara terhadap pahlawan tanpa tanda jasa ini. Meskipun saat ini sudah mulai ada perbaikan terhadap kesejahteraan para pendidik tersebut.

Dan semoga kita bisa menjadi sosok yang di gugu lan di tiru minimal untuk keluarga kita sendiri. Kalimat di gugu lan di tiru jika diartikan adalah dipatuhi dan dituruti . Semoga.!

“Guru

adalah sungai tempat kecintaan

terhadap ilmu pengetahuan

dan kemanusiaan mengalir 

Guru

adalah jembatan masa depan

sebuah bangsa

bahkan guru merepakan

sebuah peradaban

Guru

adalah monumen cinta

akan masa depan anak cucu kita

yang lebih baik 

(Anis Matta)

 

Medan, 25 Nopember 2015

admin_kangardani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *