3

JUERGEN

Sampai dengan saat ini ada tiga orang  Bavaria dengan nama Juergen dari Sepak Bola yang saya kagumi sepak terjang mereka, Juergen Klinsmann yang sekarang menjadi pelatih Sepak Bola Timnas USA, Juergen Kohler palang pintu Timnas Jerman era 1980an dan terakhir Juergen Klopp yang sekarang membesut klub Liverpool. Mereka adalah orang orang hebat di bidang mereka.

Juergen Klinsmann di masa aktif sebagai pemain Sepak Bola terkenal berganti-ganti klub Sepak Bola di beberapa kompetisi kasta tertinggi Eropa, diawali dari Stutgart, Inter Milan, Totenham Hotspur, Monaco, Bayern Muenchen. Pemain yang dijuluki si kijang karena kecepatan pergerakan dan larinya adalah sosok yang berhasil mengembalikan pamor Sepak Bola Jerman yang sempat terpuruk di akhir era 1990 sd awal 2000 an. Di tangan Juergen Klinsmann Timnas Jerman dirubah menjadi sebuah Timnas yang lebih atraktif dipadu dengan kecanggihan teknolgi khas Jerman. Basic Timnas Jerman yang ngotot belum menyerah hingga wasit menuip peluit panjang disertai dengan fisik prima saat ini ditambahi dengan pola permainan yang tidak text book , hingga puncaknya penerus Juergen Klinsmann di Timnas Jerman saat ini pelatih Joachim Loew berhasil mempersembahkan gelar Juara Dunia 2014 di Brasil.

Klinsmann pelatih Timnas USA

Klinsmann pelatih Timnas USA

Juergen Kohler, adalah Juergen yang selanjutnya yang masih saya ingat merupakan palang pintu Timnas Jerman dan Juventus yang pada saat puncaknya merupakan sosok yang ditakuti oleh striker Timnas Belanda dan AC Milan, yaitu Marco van Basten. Boleh jadi selama bermain Sepak Bola hanya Juergen Kohler sosok yang susah dilewati oleh Marco van Basten. Ada cara yang berbeda  yang dipakai oleh Juergen Kohler dalam meredam kecepatan dan kecerdikan Marco van Basten. Sehingga setiap kali pertandingan level Klub atau Timnas , Juergen Kohler merupakan momok bagi Marco van Basten.

Juergen Kholer vs Marco van Basten

Juergen Kholer vs Marco van Basten

Sosok ke tiga dari negeri Bavaria adalah Juergen Klopp pelatih eksentrik, pelatih rock n roll adalah julukan yang diberikan kepada Juergen Klopp yang saat ini menukangi Liverpool. Saat pertama kali diperkenalkan secara resmi oleh pihak klub kepada fans dan media massa Juergen Klopp mengatakan bahwa dia adalah orang biasa. Sebagai “The Normal One”, manajer baru Liverpool itu tak ingin membandingkan dirinya dengan manajer-manajer hebat The Reds di masa sebelumnya . Klopp menolak dibandingkan dengan manajer-manajer legendaris seperti Bill Shankly dan Bob Paisley, yang dia sebut sebagai orang-orang genius.

Juergen Kloo yangmulai KLOP dg Liverpool

Juergen Kloo yangmulai KLOP dg Liverpool

“Apakah ada orang di ruangan ini yang berpikir saya bisa melakukan keajaiban? Tidak. Saya orang biasa. Saya datang dari Black Forest. Ibu saya mungkin duduk di rumah sekarang dan menonton ini, tidak memahami apa yang sedang saya katakan tapi dia sangat bangga,” imbuhnya.

Saya adalah Normal One. Saya dulu pemain yang sangat biasa, lalu jadi manajer di Jerman di sebuah klub spesial, Mainz, kemudian saya punya kesempatan bagus untuk melatih Dortmund, sebuah klub spesial, selama tujuh tahun,” kata  Juergen Klopp. ( detik.com )

Ke tiga Juergen tersebut mempunyai cara yang berbeda dengan tidak meninggalkan esensi sebagai orang Bola, ke tiga Juergen tersebut memiliki semangat perubahan dalam dirinya untuk bisa menghasilkan hasil positif yang maksimal.

Bisa jadi jika Juergen Klinsmann tidak mengadakan perubahan dalam cara melatih dan cara bermain pada Timnas Sepak Bola Jerman, maka kita akan tetap melihat permainan Sepak Bola Jerman yang text book seperti era sebelumnya.

Jika Juergen  Kohler tidak mempunyai cara yang berbeda dalam meredam aksi Marco van Basten maka statistik pertandingan Jerman vs Belanda bisa tidak seperti saat ini.

Apabila Juergen Klopp tidak mempunyai perubahan tak tik dan strategi dalam bermain Sepak Bola maka klub yang diasuh nya dahulu Borusia Dortmun tidak akan pernah menjadi klub yang disegani. Kini tangan dinginnya mulai dirasakan oleh para fans fanatik  Liverpool perubahan yang dilakukannya sudah mulai terlihat positif.

Ada spirit perubahan disana, ada semangat untuk berubah dari kebiasaan yang tidak baik menjadi kebiasaan yang lebih baik, dari  kebiasaan yang boros menjadi kebiasaan yang ekonomis.

Spirit perubahan ini yang sekarang sedang terjadi di tubuh Direktorat Jenderal Bea Cukai. Tuntutan dari masyarakat , para stake holder dan dunia usaha agar tercipta good governance direspon dengan cepat oleh DJBC. Saat ini team Tranformasi Kelembagaan  yang dibentuk oleh Dirjen Bea Cukai mengantisipasi perubahan yang diinginkan oleh Organisasi dengan melakukan informasi secara simultan kepada para Pegawai DJBC, tentang pentingnya perubahan .

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melantik pegawai dari beberapa Kantor untuk menjadi leader dalam kebaikan dan disebut dengan istilah duta transformasi , para duta transformasi ini mempunyai tugas yang tidak ringan karena mereka biasa nya akan mendapat reaksi negatif dari para pegawai di lingkungan kerja mereka saat ini.

Para pegawai yang sudah menikmati comfort zone sangat mungkin melakukan reaksi negatif terhadap perubahan yang diinginkan oleh Organisasi. Tugas ini tidak mudah karena hambatan psikologis akan muncul disana, ditambah gap antara senior yunior. Bisa jadi akan muncul olok-olokan seperti ini :

Cie, cie, cie yang jadi Duta Transformasi

Ada agen perubahan DJBC tuh

 

Hal penting lainnya yang harus kita lakukan adalah terus meningkatkan sinergi di tingkat internal DJBC, tingkat Kementerian Keuangan serta menjalin komunikasi yang baik dengan pihak eksternal DJBC. Mari bersatu padu mewujudkan keberhasilan program “Transformasi Kelembagaan DJBC”  dan terus meningkatkan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi untuk mewujudkan kemajuan DJBC dan Kementerian Keuangan yang lebih baik, untuk Indonesia yang lebih baik. ( Heru Pambudi Dirjen Bea Cukai )

Kami menyadari bahwa keberhasilan program Transformasi Kelembagaan ini tidak terlepas dari peran serta segenap elemen DJBC dari jajaran tertinggi sampai terendah. Untuk itu kami mengajak seluruh pejabat dan pegawai DJBC untuk berpartisipasi aktif dalam mensukseskan program Transformasi Kelembagaan di DJBC ini. Mari kita mulai perubahan-perubahan kecil dari dalam diri sendiri untuk bersama-sama mewujudkan Bea dan Cukai yang lebih baik, Bea dan Cukai yang bisa kita banggakan. ( Kushari Suprianto Sesditjen DJBC )

Dari pesan dua pimpinan Bea Cukai diatas dapat kita tarik benang merah, bahwa kita semua para pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai harus berperan aktif dalam proses Trasnformasi Kelembagaan kali ini. Proses ini menuntut peran aktif semua unsur yang ada dalam tubuh DJBC. Komunikasi, Koordinasi dan Konsolidasi yang merupakan urat nadi dalam penguatan program Transformasi Kelembagaan harus secara aktif diperankan oleh semua pegawai.

Perubahan memang kadang menakutkan, tapi selama itu membuat kamu menjadi pribadi yang lebih dewasa , kamu harus persiapkan diri untuk menerimanya ( PB Djarum )

Sekarang saaat nya kita menentukan pilihan, menjadi pribadi yang siap menerima perubahan ataukah menjadi pribadi yang apatis terhadap perubahan. Karena hidup adalah pilihan. 
Selamat memilih kawan.!
@Jidan9084
30/11/2015
Pinggiran Jakarta

admin_kangardani

3 Comments

  1. meningkatkan sinergi di tingkat internal menjalin komunikasi yang baik dengan pihak eksternal DJBC, seperti slogan You’ll Never Walk Alone!! Mantap..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *