4

SUCINTA

Ada sahabat kantor  saya namanya Slamet Sutrisno  biasa dipanggil Trisno , seperti biasa nama adalah penggalan dari nama panjangnya. Tetapi kami sahabat-sahabat karibnya nya lebih senang memanggil Trisno dengan panggilan Cinta, Cinta..??? Iya Cinta..!!!  dalam kosa kata Jawa, trisno bisa diartikan cinta.

Witing trisno jalaran soko kulino sebab cinta karena terbiasa bersama.

Jadi jauh sebelum booming film AADC Ada Apa Dengan Cinta di era 2000an, kami sebenarnya sudah terlebih dahulu memproklamirkan , lebih dahulu mempopulerkan nama Cinta untuk seseorang . Hanya saja nama Cinta yang kami sematkan kepada  sahabat kami kebetulan adalah seorang Laki-laki tulen asli yang berasal dari kaki Gunung Slamet yang merupakan karoseri 1970an.  Sedang Cinta versi AADC adalah Cinta yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.

Perbedaan dua kutub nya sangat jelas, hard ware maupun software nya tidak perlu diperjelas.

Dian Sastro (mbah gugel)

Dian Sastro (mbah gugel)

"Mahmud Abas...Mamah Muda Anak Baru Satu "

“Mahmud Abas…Mamah Muda Anak Baru Satu “

Saat pertama kali mendapat tugas penempatan  di Kepulaun Riau di 1995, Trisno  sepertinya langsung jatuh hati dengan lokasi penugasannya, bisa  jadi karena di kampung halamannya sepulang sekolah harus ke sawah  menggembala  ternak, sedangkan di Kepualauan Riau hanya ada air laut dan kapal-kapal . Pengalaman hidup yang sangat berbeda.

Kecintaan  Trisno terhadap Kepualauan Riau dibuktikan dengan menikahi gadis melayu nan ayu.

Pada suatu kesempatan Trisno mendapat promosi jabatan atas prestasi dan dedikasi nya, ke Pulau Jawa. Bagi sebagian sahabat-sahabat di Kantor kami, bisa bertugas di Kantor-Kantor di Pulau Jawa adalah sebuah cita-cita, bahkan ada yang mengatakan ini mimpi. Namun Trisno  sebaliknya bukan hanya pindah ke Kantor di Pulau Jawa, tapi juga promosi jabatan .

Dalam beberapa kali pertemuan Trisno selalu mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa berpisah jauh dari keluarga (Trisno…aku juga lho.!) . Dalam status sosmed nya selalu tertulis kata-kata Skep itu tidak boleh menganggu kebersamaan kamiTrisno memang handal dalam hal menciptakan semangat kerja, Kantornya di Kepulauan Riau yang tergolong kecil berhasil disulap menjadi sebuah Kantor yang nyaman, berderet pohon-pohon langka seperti trembesi, asem, jambu biji dibawa dari kampung halamannya lalu ditanam dalam pot jadilah tambulapot mengitari Kantor,  menjadikan asri suasana Kantor sehingga bisa untuk menetralkan tekanan darah yang cukup tinggi selama bertugas. Mungkin itu salah satu cara Trisno supaya selalu ingat kampung halaman, menciptakan aura aura nDeso di perantauan.

Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Trisno berangkat ke Pulau Jawa seorang diri, tanpa anak tanpa istri. Memulai petualangan baru menjadi seorang pejabat. Salah satu alasan pokok dimana istri dan anak nya tetap tinggal di Kepualau Riau adalah soal sosial kultural ,salah satu alasan penting yang diungkapkan adalah istrinya tidak terbiasa dengan hiruk pikuk Jabodetabek, belum lagi kendala soal makanan dimana jika di Kepulauan Riau hampir setiap hari bisa makan sea food yang segar , sebaliknya di Jabodetabek belum tentu. Soal gaya hidup masyarakat kota besar juga menjadi salah satu hambatan keluarga Trisno.

Akhirnya Trisno harus bisa ikhlas menjalani LDR Long Distance Relationship seperti sebagian besar sahabat-sahabat Kantor kami. Trisno tidak mau didramatisir kondisi nya saat ini, toh bukan hanya dia yang menjadi pelaku LDR.

“Awakke dewe iki sopo tho ??….umpomo biyen ora ketompo kuliah Ikatan Dinas nang STAN mungkin saiki aku juga jik angon sapi nang nDeso

Sedemikian hebatnya cara pandang sahabat saya Su Cinta ini dalam menghadapi masalah.

“Setiap masalah tidak harus disikapi dengan reaktif namun harus diselesaikan, kalau hanya reaktif, hanya bengak-bengok tanpa ada solusi buat apa ?,” demikian salah satu poin yang saya catat dari perbincangan kami saat bertemu menyalurkan hobbi maen gowes di perkebunan teh Puncak beberapa saat yang lalu.

 

Setelah beberpa tahun menjadi pelaku LDR, sekitar 3 bulan yang lalu Su Cinta kembali mengabdi di Kepulauan Riau, meski belum se kota dengan anak istri nya. Saat saya bertanya apa tidak minta ke kota home base , seperti biasa dengan senyum khas nya menjawab.

Wis lah disyukuri wae, mungkin Bapak-Bapak pimpinan ono rencana liyo dinggo Aku, ora usah kakean protes yen dadi wong urip kuwi. Saiki piye carane iso manfaat kanggo Kantor anyar ku, wis ngono wae. Meski aku ijik LDR khan wis luwih cedhak tinimbang soko Jakarta wingi.

Dari status-status di social media turnyata Su Cinta sedang giat giat nya menggali catatan sejarah yang berserakan di Tanjung Balai Karimun, sebuah hal yang selama ini bisa jadi terabaikan karena sebagian besar teman-teman jika ditugaskan ke Tanjung Balai Karimun nuansa nya perang dengan smokel .

Berbeda dengan Trisno datang ke Tanjung Balai Karimun dengan membawa CINTA sehingga hal-hal yang dianggap remeh temeh ternyata bisa berakibat besar buat Organisasi. Bisa jadi ini langkah awal dari sebuah perubahan besar yang akan terjadi kelak, bisa jadi Trisno tidak menikmati perubahan yang dibuatnya namun ALLAH tidak pernah salah mencatat amal baik seseorang.

Jadi JUST DO IT…! Lakukan sesuatu perubahan untuk hal-hal positif yang bisa jadi dianggap kecil oleh sebagian besar orang akan tetapi ternyata hal tersebut sangat bermanfaat untuk Organisasi, seperti yang dilakukan Trisno dengan Cinta nya. 

@Jidan9084

Pinggiran Jakarta, 28 Nopember 2015

admin_kangardani

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *