1

TOUR de BOROBUDUR XV/2015

Borobudur masih  menjadi magnet bagi sebagian besar wisatawan lokal maupun manca negara, tidak usah menunggu hari libur untuk membuktikan bagaimana Borobudur bisa menarik wisman untuk mengunjungi dan kebanyakan dari mereka bukan hanya sekali ke Borobudur,   jika selama ini magnet Borobudur buat saya pribadi adalah memotret manakala sunrise dari puncak bukit setumbu, bukit majaksingi atau melalui perbukitan menoreh juga  dalam acara peringatan Waisak, bagi umat Budha.

 

Pelepasan Seribu Lampion acara peringatan Waisak di Borobudur

Pelepasan Seribu Lampion acara peringatan Waisak di Borobudur

 

Para Biksu mengelilingi Borobudur dalam puncak acara Waisak

Para Biksu mengelilingi Borobudur dalam puncak acara Waisak

 

Sunrise di Borobudur

Sunrise di Borobudur

 

Kali ini magnet Borobudur bukan untuk memotret sunrise apalagi peringatan Waisak, namun tantangan untuk bisa menaklukan jalur Semarang Borobudur dengan bersepeda dengan menempuh jarak 88km dan terbagi dalam 3 pos resmi pemberhentian. Event tahunan yang diprakarsai oleh klub sepeda SAMBA singkatan dari  Semarang Bicycle Association.

 

Tour de Borobudur bersifat sepeda gembira bukan balapan, event  sepeda gembira yang jaraknya 88 km dengan rute sebagian besar tanjakan. Peserta sepeda gembira tahun ini kurang lebih 1000 pesepeda. Bahkan tidak sedikit warga negara asing yang turut meramaikan ajang ini.

Undangan gowes Tour de Borobudur XV/2015 ini kami dapat kurang lebih 3 bulan yang lalu, kami para goweser yang tergabung dalam CCC Customs Cycling Club dari berbagai daerah segera mendaftar kepada para panitia internal, seperti biasa kebersamaan di Organisasi kami tetap terjaga manakala kami mempunyai kegiatan yang sama di luar kegiatan Kantor.

Ada 109 goweser yang tergabung dalam Customs Cycling Club (CCC) dari Jakarta, Banten, Jawa Timur, Jawa Barat, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Asahan, Kudus, Jogyakarta dan Semarang sebagai uan rumah.

poto...harus itu

poto…harus itu

Pengibaran bendera start acara Gowes Tour de Borobudur XV/ 2015  dari Posko Brimbob Srondol dilepas oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sebelum bendera start dikibarkan secara resmi, beberapa peserta gowes sudah memacu sepeda mereka mendahului rombongan dengan tujuan agar tidak terlalu jauh tercecer di jalanan nanti.

Nyuwun sewu Pak Ganjar, dede kulo ingkang motret

Nyuwun sewu Pak Ganjar, dede kulo ingkang motret

Para peserta gowes langsung dihadapkan pada tanjakan Srondol hingga  tanjakan seperti tanjakan Lemah Abang Kabupaten Semarang, kemudian peserta dipersilahkan berhenti di pit stop pertama di halaman SPBU Bawen untuk mendinginkan kepala setelah sarapan   beberapa tanjakan,  krek…krek…krek…. bunyi perpindahan gear gigi sepeda segera bersahutan sepanjang tanjakan. Dan sejak awal start ini peserta sudah pecah menjadi beberapa rombongan sesuai dengan kemampuan mereka.

IMG_9346

Lari OK Seoeda OK tinggal renang saja mas kaji Muja

AGUNG "TULUS"....

AGUNG “TULUS”….

Wasis Jatmiko....sepeda, bal-balan, badminton, plus PFPD...hebat bener!

Wasis Jatmiko….sepeda, bal-balan, badminton, plus PFPD…hebat bener!

iki LAKONE

iki LAKONE

tiwas nggaya.....

tiwas nggaya…..

Selepas pit stop pertama, kami semua peserta dibuat rehat sejenak dengan memacu rute sprint seperti  di Ring Road Ambarawa-Magelang. Di jalur tersebut, hampir semua peserta mengayuh sepeda mereka semaksimal mungkin, bagi pesepeda jalur datar apalagi jalur turunan ini adalah bonus setelah sarapan tanjakan tadi.  Selain itu kami  juga dimanjakan dengan view pemandangan yang cukup memukau. Sebelah kiri kami bisa menikmati indahnya gunung Merapi Merbabu yang pagi itu tampak gagah seperti sedang melihat kami para pesepeda. Sawah-sawah yang menghijau membuat sejuk mata kami, udara yang cukup sejuk menambah semangat kami untuk bisa menuntaskan Tour de Borobudur 2015.

 

 

 

rombongan pembalap

rombongan pembalap

Kaji Karim dari basket ke goes

Kaji Karim dari basket ke gowes

Rute berat sesungguhnya yang harus dilahap oleh goweser adalah rute sepanjang Jambu hingga Secang. Jalan berkelok, tanjakan tajam hingga suasana lalu lintas yang padat menjadi tantangan yang sangat berat. Di tengah-tengah rute tersebut, terdapat pit stop kedua yaitu di kilometer 38. Di rute ini kami harus bisa mengatur ritme gowes kami, karena tanjakan yang harus kami taklukan cukup berat, apalagi kendaraan yang lalu lalang sebagian besar truk dan bus umum. Banyak diantara kami yang kram di rute ini, sebelum pringsurat beberapa goweser sudah harus rela sepeda mereka ditarik ke mobil penolong. Meski tanjakan cukup berat akan tetapi aroma madu murni, wangi durian, semerbak bunga kelengkeng yang ada di sepanjang jalan cukup memberi obat buat kami. Belum lagi teriakan-teriakan dari anak anak kecil yang memberi semangat kepada kami.

 

peserta yg kaki nya NGENDHOK....( kram)

peserta yg kaki nya NGENDHOK….( kram)

Sebagian besar goweser saya lihat sudah menyerah di jalur neraka ini, padahal jika mereka tidak terburu nafsu mengikuti goweser lain maka akan bisa melewati daerah pringsurat dan apabila sukses sampai ke pringsurat maka bisa dipastikan akan lolos sampai finish.

Selepas pringsurat para goweser seperti kesetanan dalam memacu sepeda mereka, ada yang berani sampai kecepatan 50km/jam diatas sepeda mereka karena jalur turunan yang cukup tinggi dan panjang setelah pringsurat. Bisa dikatakan sampai Kota Magelang kami tidak lagi mengeluarkan tenaga untuk gowes, hingga kami masuk pos 3 di Alun Alun Kota Magelang, yang jika dihitung dari start sejauh 66km.

Sebagian besar goweser yang full gowes akan membutuhkan  waktu sebanyak 4 hingga 5 jam untuk melahap rute sepanjang 88 km sebelum mencapai finish di Kinder Garden kawasan Candi Borobudur. Sedangkan untuk para pembalap sepeda bisa 3 jam sampai di finish.

 

Finish euy..........

Finish euy……….

Narsis itu perlu...

Narsis itu perlu…

 

Cak Fu....pembalap asli

Cak Fu….pembalap asli

TSAHHHHHH......

TSAHHHHHH……

  Terima kasih SAMBA yang telah menggagas acara gowes Tour de Borobudur XV/2015 ini, terima kasih teman teman CCC Jateng DIY yang telah banyak membantu kami dari persiapan, pendaftaran hingga pelaksanaan acara. Luar Biasa..!!! Salam Dengkul Mlocot…!!! @Jidan9084 *Foto by Panitia CCC Jateng DIY ( kecuali 4 foto pertama)    

admin_kangardani

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *