25

A.N.W.A.R

Sesaat setelah meninggalkan kampung halaman Bapak rajin menulis surat meski tidak tentu waktunya, namun jika mengirim surat bisa dua halaman folio bolak balik, dengan tulisan tangan halus memakai ballpoint basah. Karena selain pesan dari Bapak, surat Bapak juga memuat pesan dari Simbok, maklum Simbok seorang buta huruf. Seringkali jika menerima surat Bapak ada perasaan dongkol karena hampir separuh surat Bapak isinya adalah wejangan dalam bahasa jawa halus dengan mengutip pendapat para pujangga jawa kuno seperti Ronggowarsito . Seolah olah saya ini adalah anak kecil yang harus selalu diingatkan, jika dulu dongkol ternyata sekarang selalu kangen dengan wejangan Bapak dalam bahasa jawa, sebagian surat yang masih saya simpan hingga kini jika kangen akan saya baca lagi.

Kowe arep ajar urip tenan saiki amargo adoh sedulur, adoh wong tuwo, kowe kudu eling yen kowe kuwi wong Jowo duwe subo sito, kudu duwe trapsilo . Ojo nganthi gawe wirang wong tuwo, ojo  gawe isin guru-guru mu nang nDeso enthuk  kabar kowe nakal nang paran .Bapak mung ngelingke kanthi neruske syair jowo sing digawe Wali Songo sing miturut Bapak tetep cocok karo kahanan saiki. 

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo Sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng engkang luwe
Kaping limo dzikir wengi engkang suwe
Salah sakwijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Alloh nyembadani

 

Diperantauan saya berusaha mematuhi pesan Bapak, kaping telu wong kang sholeh kumpulono .Saya bersahabat erat dengan Bang Khairul seorang putra minang yang bertugas di Bepeka sebagai auditor, kebetulan saat kuliah kami tetangga kost dari segi usia kami sama namun saat masuk STAN Prodip Keuangan Mas Khairul satu tahun diatas saya. Dari cerita-cerita Bang Khairul tentang tnah minang membuat saya punya obsesi ke Sumatera Barat, dan Alhamdulillah saat tugas di Riau sempat ke Sumbar dengan keluarga.

Bang Khairul adalah orang  yang saya kabari setelah orang tua dan keluarga saat akan berangkat ke Kantor Inspeksi Tipe C Amamapare Timika Irian Jaya, menjalankan tugas penempatan pertama setelah lulus kuliah.

Seperti orang tua dan kerabat  pesan Bang  Khairul sama, agar saya sabar dan berhati-hati di perantauan.

Saat akan berangkat ke Amamapare Bang  Khairul menyelipkan majalah Al Muslimun . Buat teman di sana nanti, doákan saja semoga Bang Khairul  bisa rutin mengirimkan majalah ini setiap bulan. Bang Khairul menepati janjinya, selama menjadi warga Amamapare setiap bulan majalah Al Muslimun datang ke alamat Kantor. Majalah Al Muslimun menjadi salah satu cara yang cukup akurat mengobati ghiroh belajar Agama, saat di Jakarta hampir setiap ada kajian di Masjid Mas Agung Kwitang tidak pernah saya lewatkan, saat ada debat antara almarhum Nurcholis Majid dg Ust Daud Rasyid di Masjid TIM saya duduk di barisan depan.  Ada cara khusus menikmati majalah Al Muslimun ini, saya pelan-pelan baca selain isi artikel nya cukup berat saya harus bisa berhemat agar tidak segera habis dibaca dalam waktu sekejap.

Bang Khairul banyak memberi motivasi kepada saya selama di Amamapare Timika, meskipun terdengar klise tapi banyak benarnya ungkapan-ungkapan seperti suatu saat akan berguna pengalaman di pelosok tanah air itu, keterbatasan akan banyak melecut seseorang untuk tetap bisa eksis, jangan terlalu terlena dengan fasilitas supaya kita menjadi pribadi yang pandai bersyukur. Demikian nasehat dan motivasi Mas Khairul dalam setiap surat yang dikirim .

Kantor Bea Cukai  Amamapare yang tepat berada di pinggir Sungai Ajkwa, mempunyai tugas melayani dan mengawasi kegiatan eksor impor PT Freeport Indonesia. Impor berupa logistik, spare parts alat alat berat dan segala keperluan kegiatan pertambangan PT Freeport Indonesia yang berpusat di Tembagapura. Bubur tembaga hasil penambangan dari Ridge camp di Grasberg Mile 74 dialirkan melalui pipa-pipa dari Grasberg ke Amamapare,  di gudang Amapapare bubur tembaga tersebut di keringkan hingga menjadi konsentrat tembaga.

PT Freeport Indonesia memulai investasi di Irian Jaya ( Papua ) sejak 1967 dengan membuka sarana prasarana dari pelabuhan Amamapare hingga lokasi penambangan pegunungan Jaya Wijaya ( sejauh 74 mile ). Dari Amamapare ekspor pertama kali PT Freeport tahun 1972 dilaksanakan, ekspor PT Freeport adalah konsentrat tembaga dengan tujuan antara lain USA, Spanyol , Jepang .

Sangking dekatnya kami hingga soal jodoh saya sangat terbuka dengan Bang Khairul, setelah bercerita kepada Simbok.

Simbok manut wae kowe arep golek bojo wong ngendhi, sing penting tresno lang bekti marang wong lanang syukur syukur calon bojomu wong Jowo.

Setelah mendapat lampu hijau dari Simbok, segera saya memberi informasi kepada Mas Khairul jika saya sudah siap untuk menyempurnakan setengah agama saya.

Apakah ada kriteria khusus buat calon pendampingmu.?

Yang penting bersedia ikut saya ke Timika saja Mas.

Suku bangsa tidak ada masalah?

Syukur syukur Jawa, jika tidak ada tidak jadi masalah.

Saat ada Pendidikan Latihan di Pusdiklat, sempat bertemu dengan Bang Khairul di rumah kontrakannya di bilangan Pondok Gede. Untuk dikenalkan dengan teman istrinya di Yayasan An Nissa yang katanya sudah siap untuk menikah dan bersedia diajak ke Irian Jaya.

Bapak Mohammad Yasin Imam Jalan Warakas I Gg. 25 No. 31 RT.08 RW 008 Warakas Tanjung Priok Jakarta Utara, dari terminal bus Tanjung Priok naik saja bemo turun di gang 21 lalu ikut saja denah ke arah rumah itu atau ojek sepeda bisa turun sampai depan rumah.”

” Kalau mau gampang pas turun dari gang 21 Warakas cari saja Masjid Nurul Jamal, usahakan pas maghrib sampai di Masjid supaya bisa tanya ke marbot, Pak Yasin itu yang mana, karena beliau biasanya sholat jamaah disana.”

Alamat lengkap yang diberi Bang Khairul sesaat sebelum kembali ke Amamapare. Saat membaca alamat yang harus saya tuju adalah Warakas, maka terbayang perkampungan di Jakarta yang super padat, rumah tanpa halaman, tanpa ada pohon pohon rindang dan pastinya stigma bahwa Warakas adalah brooklyn nya Jakarta.

 

Ini Mas Ardani yang diceritakan anak saya Shinta yang mau melamar anak Saya.?

Iya Pak Yasin, saya Ardani yang ingin meminta anak Bapak

Ya sudah kalau kalian sudah cocok Bapak hanya bisa memberi restu saja, kapan kira-kira Orang Tua mas Ardani datang ke Warakas.?

Secepatnya nanti Bapak saya ke Warakas Pak, untuk membicarakan lebih detail.

Allah begitu sayang kepada keluarga kami, terutama kepada saya di saat punya keinginan untuk menikah diberi kemudahan yang luar biasa. Dari proses mencari jodoh perkenalan, menghadap calon mertua sendirian tanpa membawa apapun ,hingga akhirnya kesepakatan hari pernikahan lancar jaya persada.

Setelah sampai Amamapare, Bapak memberi kabar bahwa disepakati resepsi pernikahan di Warakas di rumah saja tanggal 18 Desember 1994. Alhamdulillah bisa menjalankan salah satu pesan Bapak sebagai wong Jowo ” Ojo ngoyak adat ananging ninggalke syariat”. Salah satu maksud ungkapan ini adalah banyak masyarakat yang mengedepankan pesta pernikahan akan tetapi meyepelekan akad nikah, Bapak berpesan kalau perlu akad nikah saja dan pesta pernikahan sebagai wujud pengumuman dan rasa syukur sederhana saja, cukup tetangga dan kerabat saja.

Warakas 18 Desember 1994

Warakas 18 Desember 1994

Dua pribadi menjadi satu dan kini usia pernikahan kita tepat 21 tahun, harus kita syukuri bersama di saat ada beberapa sahabat kita usia pernikahannya hanya seumur jagung. Memang proses perkenalan hingga pernikahan kita sungguh dimudahkan segalanya oleh Allah. Namun bukan berarti setalah itu kita lancar-lancar saja tanpa permasalahan, kita adalah manusia kita bukan malaikat sehingga pasti akan banyak kekurangan dalam diri kita, seni mengelola hidup ada disana, perbedaan itu sudah sunatullah jika kita selalu mencari kekurangan kekurangan yang ada dalam diri pasangan kita maka bisa berjilid-jilid.

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Dan terwujud harmoni

( Harmoni – Padi )

Pernikahan bukan hanya sekedar menyatukan dua insan anak manusia akan tetapi menyambung silaturahim dua keluarag besar. Sehingga kita harus bisa mengurangi ego sentris kita bahkan jika perlu kita harus endapkan ego sentris kita,  jika sekiranya ego sentris kita turuti maka akan menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Almarhum Bapak dan Ibu

Almarhum Bapak dan Ibu

Almarhum Bapak lan Almarhumah Simbok

Almarhum Bapak lan Almarhumah Simbok

Apalagi kita tidak merasakan  fase pacaran yang kata orang orang hal tersebut tidak mungkin, kita seperti orang jadoel menikah tanpa pacaran dimana bagi sebagian orang hal tersebut mustahil, namun Alhamdulillah sudah 21 tahun biduk rumah tangga kita bisa bertahan, harapku cuma satu bertahan hingga maut memisahkan, amin.

Warakas 07 Juli 2012

Warakas 07 Juli 2012

Dan sekarang setelah resmi menjadi ANWAR ( Anak Warakas ) tugas kita adalah menemani dan menghantar anak-anak kita meraih cita-cita mereka. Semoga menjadi anak-anak yang soleh dan solehah berguna bagi Agama, masyarakat bangsa serta negara.Semoga

Tidak ada tiup lilin karena kita ingin mengenang masa-masa pacaran sebagai suami istri di Bumi Cendrawasih, yang pasokan listriknya hanya jam 18.00 sd 06.00 WIT jika lancar, sering tidak sehingga kita terbiasa melewatkan sepanjang malam dengan lilin.

Tanpa karangan bunga karena bunga hanya bertahan sebentar saja lalu layu dan dibuang, kita ingin cinta kita seperti kontrak karya PT Freeport Indonesia yang terus diperpanjang hingga entah sampai kapan.

@Jidan9084

18 Desember 2015

admin_kangardani

25 Comments

  1. Barokalloh mas dan mbak.. semoga tetap langgeng.. Sakjnah mawaddah wa rohmah dan mengahasilkaan anak2 yg sholeh dam sholeha.. aamiin. Tulisannya bagus, ceritanya bagus dan fotonua bagus… Kereeen.. 🙂

    • Matur nuwun Om

      Semoga Om Cash Man senantiasa dlm keberkahan Allah sehat dan sukses selalu

    • Matur nuwun Mas…
      Ngomong wae tuwek tenan njenengan Pakdhe Ardani pakai alasan lagi lulus SMA ha ha ha ha

      Salam hormat buat kelg

  2. Bener2 tulisan keren banyak hikmah yg saya ambil dr tulisan pakdhe ini (dan tulisan2 pakdhe yg lain)
    Maturnuwun sanget pakdhe

  3. Selamat yo masku……salam buat mbakyu….kapan hunting bareng ke karimun jawa lagi ?…..?

  4. Selamat yo masku……salam buat mbakyu….kapan hunting bareng ke karimun jawa lagi ?…..

  5. Alhamdulillah. Barakallah pak ardani. Sy biasa nginap di rumah pak ardani jaman msih rekoso banget..saiki iseh rekoso..hehe..

    Tapi heranku kenapa mb sinta gak mau nginap di rumahku..
    Ananda jg blm pnah diajak ke rumahku..

    Pdhal aku ngarep2….

  6. Kalau nggak salah ingat aku jadi panitia bareng pak Agus Rofiudin, Wharnomo Fauzi dkk

  7. Barakallah…bangga sa pu kaka satu ini…semoga kaka pe kaluarga so bisa jadi panutan adik pe kaluarga

  8. “kita ingin cinta kita seperti kontrak karya PT Freeport Indonesia yang terus diperpanjang hingga entah sampai kapan.” ini kalimat visioner dan up to date

  9. Barakallah kangmas, semoga keluarganya selalu dilimpahkan rahmat, berkah dan ridho Allah SWT…., doa kami untuk keluarga kangmas Ardani dari bumi timor loro sae.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *