1

nGABDUL BUTUN

Bocah kok mongan mangan wae

Wis ben wae Pakne wong bocah semono khan  lagi semego

Semego yo semego ananging iki wis kebangeten, nGabdul Butun tenan kowe Le… kae sapi ne di guyang yen wis bar mangan

Semego dalam bahasa jawa adalah ungkapan untuk anak-anak muda , anak remaja yang menginjak dewasa yang apabila makan kuat sekali makannya.

Simbok, nGabdul Butun niku nopo? tanyaku

nGabdul Butun kuwi ateges ngawulo marang weteng.

Bapak memang suka memberi ungkapan dalam bahasa kuno kepada kami bahkan seringkali kami baru bisa memahami arti wejangan Bapak beberapa hari kemudian. Setiap Bapak mengumpulkan kami anak-anaknya untuk berkumpul maka hampir semua anak-anaknya akan diam tertunduk karena tidak faham dengan istilah-istilah.

Dadi menungso kuwi ojo koyo godhong aking, menjadi manusia itu jangan seperti daun kering dimana sifat daun kering adalah gampang hancur tidak perlu diremas kuat kuat, jadi manusia harus  punya sifat pantang menyerah dalam segala hal.

nGabdul serapan dari bahasa arab yang aslinya abdul yang berarti hamba, lidah orang Jawa sebagian besar susah mengucapkan makhroj huruf ‘ain dengan benar untuk mudahnya mereka mengucapkan huruf ‘ain menjadi ngain.

Butun diartikan perut, akan tetapi arti lebih luasnya bisa diartikan waduk  sangking kuatnya menampung makanan yang masuk.

nGabdul Butun, jika diartikan maka bisa bermakna orang yang doyan makan tanpa batas, joke yang dikeluarkan Kakak pertama Orang makan itu ukurannya kenyang, jika ada orang ngabdul butun makan maka ukurannya capek ngunyah. 

Jika beberapa hari yang lalu ada berita hot namun tidak ramai di media massa,  dimana ada peresmian waduk yang dilakukan oleh seseorang . Waduk tersebut adalah proyek negara, sependek pengetahuan saya jika sebuah proyek negara maka yang meresmikan adalah pejabat negara atau kepala daerah sebagai salah satu bukti pertanggungjawaban terhadap pemakaian uang negara untuk kepentingan rakyat.

Jika kemarin ada yang meresmikan proyek negara padahal bukan pejabat negara bisa jadi adalah seorang pribadi yang  ngabdul butun, yang memperturutkan dan mempertuhankan hawa nafsu.

” Tidak beriman salah seorang dari kalian, hingga ia mengikutkan (menundukkan) hawa nafsunya dengan (Islam) yang aku bawa” (HR. Imam An Nawawi dalam Kitab Al Arba’in An Nawawiyyah)

Dalam Al Qur’an terdapat kata ‘nafsu’ yang berarti ‘hawa’ atau ‘hawa nafsu’, seperti : “Karena sesunguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan”. (QS. Yusuf 54)

Semoga kita bukan termasuk pribadi nGabdul Butun.

@Jidan9084

admin_kangardani

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *