0

SAS

Jika anda termasuk pribadi karoseri 60-70an, hobby musik terutama musik cadas maka akan kenal dengan sebuah group musik dalam negeri asal kota buaya, SAS. Sebuah group musik rock yang terdiri dari tiga personil Sonata Tanjung, Arthur Kaunang dan Syeikh Abidin, dari inisial nama mereka kemudian menjadi nama group musik mereka. Yang membuat mereka semakin menarik, selain aliran mereka yang digandrungi kawula muda kala itu, juga latar belakang mereka yang mencerminkan Indonesia. Sonata Tanjung keturunan China, Arthur Kaunang dari Indonesia Timur dan Syeikh Abidin arek asli Suroboyo keturunan arab.

 

Gaya bermusik mereka berbeda dengan God Bless, dengan hanya tiga personil SAS benar-benar mengandalkan kekuatan permainan para personil mereka, gebukan drum Syeikh Abidin mengingatkan kita pada permainan drum  Phill Collins Genesis, sayatan gitar Sonata Tanjung bak permainan gitar dewa gitar rock saat itu Ritchie Blackmore, Bass dan piano dipegang oleh Arthur Kaunang yang  juga bertindak sebagai lead vocal, akan tetapi vocal Syeikh Abidin yang unik menjadi kekuatan tambahan selain piawai dalam menciptakan lagu juga.

 

SAS mengingatkan penggemar musik tanah air pada group musik ELP Emerson Lake and Palmer dari Inggris atau Rush dari Canada.

 

SAS berawal dari group music AKA Apotik Kaliasin dengan motor Ucok Harahap, namun karena Ucok lebih konsentrasi ke proyek pribadi dengan Ahmad Albar melalui duet Duo Kribo, akhirnya personil AKA lain memutuskan untuk membentuk SAS tersbut, jika AKA aksi panggung penuh dengan teatrikal, maka SAS lebih mengutamakan kekuatan bermusik masing-masing personil, juga group rock yang jauh dari kesan angker. 

 

Kesetiaan dan kasih sayang  personil SAS thread group musik yang membesarkan mereka patut menjadi contoh buat generasi sekarang, mereka resmi menyatakan bubar di tahun 1994, setelah salah satu personil mereka Sonata Tanjung memutuskan menjadi seorang penginjil.

 

Kesetiaan dan kasih sayang pula yang membuat seorang sahabat karib saya Imam Sarjono, pagi ini di akhir Januari 2016 meresmikan sekolah panahan yang diberi nama SAS singkatan dari Semarang Archery School ), kejutan yang sangat besar bagi kami para sahabat Imam Sarjono mengingat Imam bukanlah sosok penggila olah raga, Imam lebih cocok sebagai seniman dibanding menjadi pembina olah raga. Rokok , kopi dan begadang adalah dunia Imam selama ini, dunia para seniman, dunia para sastrawan.

 

Mendirikan sekolah panahan, adalah sebuah lompatan besar setelah sebelumnya Imam memiliki lompatan besar lainnya, yaitu bisa memotret dengan baik dan benar ( untuk kasus ini Imam harus banyak berterima kasih dengan Saya, karena akibat bergaul dan bertanya dengan Saya Imam Sarjono menjadi terbuka wawasannya dalam memotret.)

 

Jika sebelumnya Imam bingung dalam membaca teori segitiga emas fotografi, dengan penjelasan yang simpel menarik dari Saya, akhirnya membuat Imam menjadi enjoy dalam memotret bahkan sekarang sudah bisa memotret black and white dengan baik dan benar.

 

Sejak kepulangan dari tanah suci, Imam Sarjono jauh lebih religius. Meski selama ini kami semua tahu bahwa Imam bukan sosok pegawai yang badung dalam kehidupan di kantor atau di luar kantor. Sebagai penyidik Imam terkenal sebagai penyidik yang flamboyan , penyidik yang tidak pernah membentak bentak terperiksa, tidak pernah berkata kata keras untuk bisa membuktikan seseorang menjadi tersangka.

 

Mencoba menggali sunah Rosul dengan cara mempraktekan ajaran beliau untuk memberi pelajaran kepada anak-anak kita bagaiman mengendarai kuda, bagaimana berenang,bagaimana memanah. Kata Imam saat kami bertemu di acara Kantor.

 

Dengan mendirikan sekolah memanah yang dari segi finansial jauh dari kata menguntungkan, Imam telah berbuat nyata kepada masyarakat. Saat ini sudah mulai banyak orang tua yang menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah panahan, dibanding ke sekolah sepak bola ( SSB), apalagi sampai detik ini PSSI masih disegel oleh FIFA.

 

SAS dalam berlatih memanah mengajarkan konsentrasi, ketenangan, kesabaran sebuah pembentukan jati diri untuk menjadi pribadi yang tangguh.

 

@Jidan9084

Tlatah Pasundan, akhir januari 2016. 

 

 

admin_kangardani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *