0

NOMOR PUNGGUNG

Bagi pesepakbola profesional maupun kelas tarkam, nomer punggung sangat berpengaruh. Ivan Zamorano pemain sepakbola profesional Inter Milan yang sangking cintanya dengan nomer punggung 9 saat datang ke Kota mode Milan sudah tidak bisa memakai nomer 9 , maka “dipaksakan” memakai nomer 18 namun diantara kedua nomer diselipkan tanda “+” untuk memberi info bahwa Ivan Zamorano cinta mati dengan nomer 9.

Chritiano Ronaldo identik dengan nomer 7 hingga beberapa produk komersial membuat produk dengan nama CR7. Namun CR7 baru bisa memakai nomer 7 setelah sang pangern bernabeu Raul Gonzales pergi dari Real Madrid.

Bahkan beberapa klub profesional tidak lagi membuat nomer punggung tertentu dengan alasan untuk menghormati sang empunya nomer yg mendarmabaktikan kemampuannya serta profesionalitas hanya untuk klub tersebut, seperti nomer 3 tidak akan ada lagi dalam skuad AC Milan untuk menghormati Paolo Maldini.

Beberapa klub atau timnas membuat “kebijakan” bahwa nomer punggung tertentu berada di posisi tertentu, striker identik dengan nomer 9, nomer 10. Penjaga gawang hampir pasti dengan nomer 1 namun ada beberapa penjaga gawang yang tidak memakai nomer 1, seperti penjaga gawang eksentrik Meksiko Jorge Campos selain baju kipernya yg selalu nge-jreng warnanya, Campos juga memilih nomer punggung 9.

INTINYA nomer punggung bisa sangat mempengaruhi kemampuan, spirit pantang menyerah dan sisi positif lainnya bagi seorang pesepakbola.

Meski hanya kelas antar unit eselon II di Kantor jika bermain bal-balan saya tidak pernah memakai nomer punggung 10 meski posisi yang saya tempati identik dengan nomer punggung 10. Saya lebih nyaman dengan nomer 17 karena terinspirasi pemain nasional era 80an Dede Sulaiman atau nomer punggung 11 karena mengidolai sayap legendaris MU Ryan Giggs.

1

Dede Sulaiman mengatakan kalau nomer 17 dipilih karena 17 Agustus adalah hari kemerdekaan sehingga jika memakai nomer 17 akan memberi energi baru untuk mengenang kemerdekaan jika sedang membela timnas Indonesia.

3

“Mas Ardani, nanti pakai nomer 10 ya buat turnamen HUT Bea Cukai” kata Sukowi manajer tim kami.

Sukowi kami biasa memanggilnya nama aslinya Suko Wiwoho, yang harus pensiun bal balan karena cedera punggung gara gara jatuh saat tidur dari tempat tidur atas saat mengikuti diklat IT Inventory yang harus masuk asrama Pusdiklat. Sejak kejadian itu Sukowi harus rela hanya sekedar menjadi manajer team untuk bisa mengurangi rasa rindu main bal-balan.

“Kenapa saya harus pakai nomer 10?” khan kowe faham banget saya tidak pernah pakai nomer 10.

“Soalnya nomer 17 sudah dipesan untuk Pak Imam Suryono , Mas Ardani khan faham betul siapa itu Pak Imam.”

Imam Suryono adalah keponakan seorang petinggi partai negeri ini yang kebetulan juga senang main bal-balan dengan kami, kemampuannya memang cukup mumpuni.

Entah mengapa selama pelaksanaan turnamen POR HUT Bea Cukai saya seperti tidak mempunyai semangat dalam bermain sepak bola, bahkan beberapa kali umpan silang yang selalu saya kirim ke penyerang tengah tidak tepat bahkan tidak sampai sangking lemahnya tendangan saya.

Sukowi bertanya tanya, Mas kenapa kok jelek banget maennya? Kami yang berasal dari daerah yang sama sudah saling faham bahkan canda kami kadang berlebih, Sukowi tanpa ba bi bu langsung menilai kalau permainan saya jauh dari standar biasanya dan tak layak masuk team, bahkan cadanganpun tidak.

Mas Ardani ojo gawe isin singo Lawu tho Mas, yen ngene carane aku ora arep ngusulke sampeyan mlebu team BC maneh.

Saya hanya bisa terdiam saat jeda pertandingan, air mineral satu botol penuh ditambah air ion dan jeruk seperti tidak bisa memberi energi tambahan buat saya, tidak bisa mengembalikan semangat bertanding di lapangan.

Selepas pertandingan saat kami berjalan ke ruang ganti, saya tarik Sukowi dan membisikan kepadanya agar nomer punggung keramat saya 17 dikembalikan kepada, jangan paksa saya pakai nomer 10, selain membuat tidak nyaman juga kemampuan saya menjadi tidak maksimal, meski bukan bintang lapangan akan tetapi kontribusi saya masih tetap diperlukan bagi team ini.

Coba nanti saya minta ke Pak Imam apa beliau bersedia dan juga harus ke panitia karena sudah diatur dalam techinal meeting. Dapat info dari Sukowi kalau, soal perubahan nomor punggung belum bisa diakomodir oleh panitia, sehingga dengan terpaksa saya harus memakai nomer punggung 10 hingga akhir turnamen.

4

Bagaimana bisa maksimal permainan jika memakai kaos team saja saya tidak sreg dikarenakan nomor punggung yang tidak sesuai dengan keinginan saya, berat sekali menyandang beban nomor 10 ini. Jika turnamen berikutnya masih harus memakai nomor punggung 10 pensiun dari bal-balan sepertinya jalan keluar yang terbaik, biarkan saja team ini berjalan tarus tanpa ada gangguan dari saya soal nomor punggung.

admin_kangardani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *