2

RAMMANG-RAMMANG

Aroma kayu bakar yang dipakai untuk memasak dari sebuah rumah berdinding bilik bambu membuat saya berhenti sejenak, pagi itu dibalik rumah tersebut sudah melakukan aktifitas rumah tangga, saya menikmati betul suasana pagi itu yang mengantarkan saya kepada memori masa kecil di kampung halaman. Simbok selalu sudah selesai melakukan tugas rutin memasak untuk berjualan di warung dengan mengandalkan kayu bakar sebelum matahari menyapa.

 

Hampir dua hari sekali saya mendapat tugas bersama adik saya untuk mencari kayu bakar dari ranting ranting pohon di dekat sungai, biasanya kami akan dengan mudah memperoleh bambu-bambu kering sepanjang aliran sungai  kami harus hati-hati terkena bulu-bulu pada bambu yang bisa membuat gatal, atau kami mencari tetangga kami yang sedang memotong pohon lalu kami meminta sisa sisa ranting, jika ada yang memotong pohon sawo atau pohon nangka  itu sebuah keuntungan tersendiri karena kayu sawo dan nangka selain awet terbakar juga menambah aroma tersendiri pada masakan.

dscf9020

Dan memori itu semua seperti saya dapatkan kembali saya dapatkan saat berada di Kampung Berua Maros Sulawesi Selatan, kampung ini berada di antara pegunungan batu kapur (karts) untuk bisa sampai ke kampung Berua tersebut kita harus menyusuri sungai pute yang dalam Bahasa makasar pute adalah putih , sungai ini kurang lebih 5km panjangnya dengan air yang sangat jernih membuat sepanjang perjalanan bisa menikmati dasar sungai karena terlihat jelas saat naik perahu.

Kampung Barua

Kampung Barua

Kampung Barua

Kampung Barua

Perahu itu

Perahu itu

dscf9025

 

dscf9112

Kawasan wisata yang lebih dikenal dengan sebutan Rammang-Rammang berada di Kabupaten Maros, kurang lebih 1-2 jam perjalanan dari kota Makasar untuk sampai di kawasan wisata Rammang-Rammang ini, ada dua dermaga kayu bagi para wisatawan jika dari dermaga satu tepat berada di samping jembatan jalan raya yang menghubungkan pabrik semen Bosowa ke jalan raya trans Sulawesi, pilihan ke dua adalah ke dermaga dua yang masuk kedalam perkampungan penduduk, jika di dermaga dua suasana lebih asri dan lebih alami akan sangat terasa.

aktifitas masyarakat

aktifitas masyarakat

Pemandangan dari dermaga satu

Pemandangan dari dermaga satu

Perjalanan dengan perahu kurang lebih memerlukan waktu 20 menit untuk sampai kampung berua dari dermaga satu, selama itu pula kami dimanjakan dengan hutan batu karts di kanan kiri sungai pute, dalam perjalanan dengan perahu tersebut kami membelah hutan bakau ditemani suara burung-burung menjadikan perjalanan tersebut terasa sangat singkat.

 

dscf9155

 

dscf9164

 

dscf9174

 

Menginjakan kaki ke kampung barua seperti sedang di dunia lain, terlebih kami datang masih sangat pagi selepas subuh kami sudah sampai, suasana sepi dengan hawa yang sejuk tanpa polusi dari asap knalpot tanpa ada suara kendaraan hilir mudik, suara burung, lenguhan sapi , angsa yang saling berkejaran ke kolam ikan mencari makan , sungguh damai suasana pagi itu. Terdapat beberapa rumah di kampung barua, penduduk kampung mengandalkan pertanian dan keramba ikan untuk aktifitas perekonomian  mereka, sayang sekali saat saya datang kemarin padi telah selesai panen, jika belum panen maka hamparan sawah hijau diantara pegunungan karts akan menambah kenikmatan pemandangan di kampung tersebut.

 

dscf9021

 

dscf9029

 

dscf9031

 

dscf9036

 

dscf9039

Penduduk setempat juga masih mengandalkan sumber mata air dari baik pegunungan bukit karts namun untuk mengambil air tersebut mereka harus berjalan melewati pematang sawah yang cukup jauh.

dscf9017

Suasana asri nan tenang perkampungan kampung Barua ditambah sapa ramah dari para penghuni kampung tersebut membuat kami menikmati suasana yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, segelas teh panas dengan pisang goreng menjadi teman kami pagi untuk menikmati kesejukan kampung barua.

 

dscf9196

 

dscf9204

suasana menuju dermaga dua

 

Dan sepertinya harus kembali ke Kampung Barua agar lebih bisa mengenal Indonesia, agar semakin cinta kepada tanah air dan segala kekayaannya.

 

@Jidan9084

planet mBekasi

admin_kangardani

2 Comments

  1. Subhanallooh…. tatanan hasil jeprètan yg apik diiringi untaian kalimat dgn tatabahasa yg paas (hasil belajar waktu SMA), menyuguhkan panorama salah satu sudut negri yg mempesona…
    Wiis pokoké Luaaar Biasaa…
    Lanjutkaaan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *