0

PESAN SINGKAT


Mbah Kakung dulu rajin menulis surat kepada Abi saat Abimu ini kuliah di Jakarta (tepatnya Jurangmangu Tangerang), hampir sebulan sekali ditengah pekerjaan simbah menjadi juru ketik di Bagian Kesra Pemda Kabupaten Karangnyar selalu berkirim surat. Membuat mBah Kakung menjadi salah satu  sahabat pena Abi. 

Dengan tulisan latin yang rapi dan panjang membuat beberapa surat yang Abi anggap penting masih tersimpan dalam dokumen pribadi Abi.

Kadangkala simbah membuat tulisan dg mesin ketik kesayangannya, supaya kamu tahu nDuk kalau sedang mengetik simbah adalah juaranya, dengan teknik mengetik 11 jari yang nyaris sempurna. Hasil ketikan beliau hampir tidak ada koreksi baik tulisan maupun paragrafnya.

Berbeda dengan jaman digital kalau salah tinggal tekan tombol backspace maka selesai masalah, maka koreksi adalah hal yg sangat biasa, kalau dahulu salah mengetik akan membuat repot semua pihak.

Surat mBah Kakung selalu penuh dengan petuah yang diambil dari budaya Jawa klasik terutama dari karya sastra Ronggorwarsito, seorang sastrawan Jawa yang masyhur terbukti hingga kini karya beliau masih diburu dan menjadi rujukan banyak orang.

Kebiasaan lain mBah Kakung yang sangat baik adalah, almarhum mBah Kakung sangat rajin bersilaturahim kepada siapa saja , bayangkan saja hampir setiap malam pergi ke RSUD untuk masuk ke hampir setiap bangsal perawatan lalu menyapa para keluarga pasien. 

“Gerah punopo puniko? Monggo  sami sami kito donga sareng sareng maos fatehah  mawon sampun cekap, Gusti Allah puniko nampi donga kanti boso punopo kemawon” 

Begitu salah satu trade mark dakwah mBah Kakung, Islam itu mudah dan enteng kata almarhum Bapak.

Dua kebiasaan baik mBah Kakung ini yg coba Abi tiru pelan-pelan, berpesan pada anak keturunannya serta rajin silaturahim dengan sesiapa saja.

Selalu Abi coba bisa membuat pesan melalui tulisan saat hari kelahiran kalian datang. Karena Allah memberi Abi amanah tiga orang anak perempuan yg terlahir di bulan Maret, dan beruntungnya Abi lagi kalian Husna dan Hafsah terlahir pada tanggal yang sama 31 Maret. 

 “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”. (Imam Al Ghozali)


Pesan ulama besar tersebut begitu menambah motivasi Abimu untuk bisa menyempatkan waktu membuat tulisan pada tanggal 31 Maret, karena sadar sesadarnya bukan anak seorang pejabat terlebih penguasa. Meski tidak juga menjadi seorang penulis minimal bisa nulis karena mBah Putri termasuk golongan kurang berintung karena tidak sempat sekolah sehingga buta huruf. Meski begitu mBah Putri selalu berpesan jangan sampai ada anak keturunannya yg mengalami seperti beliau tidak sekolah sehingga buta huruf.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” 

(Pramoedya Ananta Toer )

Saat dulu menimba ilmu di Kampus KORPRI STAN Prodip Keuangan, Abi pernah ikut sebuah kajian yang membahas tentang fitrah manusia dimana dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa salah satu fitrah manusia adalah cinta pada harta dan wanita , beliau merujuk pada ayat Al Qur’an yang artinya : 

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)”


Jelas dalam surat Ali Imron disebutkan bahwa cinta pada wanita, anak, harta, emas adalah sebuah fitrah manusia. Laki cinta perempuan itu wajar, sepanjang cintanya benar dalam syariat Islam pun juga jika manusia cinta dunia itu hal yg lumrah sepanjang tidak menomorsatukan dunia dibanding akherat.

Karena kalian anak wedok ku  maka Abi juga berpesan bahwa kaum wanita sering kali menjadi sumber fitnah bagi sebagian besar kaum Adam, maka dalam menterjemahkan ayat tersebut seorang ulama Ibnu Hajar mengatakan bahwa Allah menyebut wanita pertama dlm ayat tersebut karena begitu berbahayanya fitnah wanita pada dunia fana ini. 

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)

Kalian bisa membaca sejarah atau berita berapa banyak orang terkenal yg jatuh gara gara wanita, betapa banyak perilaku negatif yg muncul karena wanita.

Abi berpesan singkat saja, jaga diri kalian dengan iman , jangan pernah tanggalkan hijab kalian, jaga kehormatan kalian karena dari rahim kalian kelak akan tumbuh para penerus generasi yang akan mengharumkan agama dan bangsa.Amin.

Selamat ulang tahun cintaku Husna Faizah dan Hafsah Salimah , semoga tetap istiqomah dalam ketakwaan , menjadi wanita solehah dan tercapai cita dan cinta kalian. Amin

@Jidan 

Lingsir Wengi 01 April 2017


admin_kangardani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *