2

KARENA KERJA TIDAK SELAMANYA

Peringatan Hari ORI (Oeang Republik Indonesia) ke 71 di Kantor Kemenkeu kawasan lapangan banteng ditutup dengan penampilan group band papan atas GIGI. Dengan formasi lengkapnya Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan dan personel paling muda Gusti Hendy pada drum. Hadir pada acara family gathering Kementrian Keuangan.

image3

GIGI berpose dengan Menkeu SMI

GIGI mampu membius para PNS Kemenkeu yang datang dalam acara family gathering dalam rangka peringatan Hari Oeang RI 2017. Hiburan peringatan Hari Oeang tersebut cukup diadakan dihalaman lapangan Kementrian Keuangan. Sudah membuat PNS Kemenkeu senang banget bagaimana jika diadakan di gedung pertunjukan seperti BUMN plat merah jika ada ultah atau acara apapun. 

Para pegawai Kemenkeu perwakilan dari masing-masing unit eselon I bersama  pejabat eselon 1, eselon 2  larut dalam alunan musik GIGI. Seperti biasa “Kang Haji “ Armand Maulana dengan aksi atraktifnya di panggung mampu membuat para pegawai sejenak melupakan target-target penerimaan maupun menjaga APBN agar tetap sehat. Otak kanan mereka kali ini perlu dimanjakan. Berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan musik di panggung dengan tidak mengindahkan di belakang mereka para pejabat eselon 1 yang sebenarnya ingin menikmati aksi GIGI tapi tertutup oleh para pegawai yang merengsek ke depan panggung.

image6

Aksi Kang Haji Armand Maulana yang selalu membius penonton

 

GIGI benar-benar membius para penonton yang sebagian besar generasi YZ. Generasi dimana saat mereka lahir GIGI sudah merajai panggung hiburan tanah air.

image8

Armand sejenak menghilangkan ciri khas rambut gondrongnya

Pada kesempatan langka tersebut GIGI mengajak Menkeu Sri Mulyani Indrawati untuk berduet di atas panggung menyanyikan salah satu  tembang andalan GIGI, 11 Januari. Dengan tetap menggendong sang cucu yang terlelap di atas panggung untuk menyanyi sehingga para penonton histeris.

Menkeu SMI seperti memberi pesan kepada semua yang hadir, bahwa seberat apapun pekerjaan dan tanggung jawab jangan sampai keluarga ditelantarkan. Karena kerja tidak selamanya, keluarga adalah selamanya. 

image4

Meski bukan eranya namun Menkeu SMI mampu menyanyi tembang andalan GIGI , 11 Januari

image7-1
Pasang surut sebuah group musik sangat wajar, gesekan akibat mempertahankan idealisme yang berujung pada bubarnya sebuah group musik sudah lazim. Hampir seluruh group musik pernah berganti ganti personil. Hampir tidak ada group musik tanah air atau manca negara yang sejak awal pembentukan hingga tenar anggota groupnya masih sama.

GIGI adalah salah satu group musik yang mengalami hal serupa, bongkar pasang pemain terjadi beberapa kali, namun ada dua orang personil GIGI yang setia bertahan yaitu Armand Maulana dan Dewa Budjana. Pada dua sosok inilah GIGI masih bisa berkarya dan diterima oleh segala lapisan umur. Kekuatan mental spiritual Armand dan Budjana menjadikan karya karya GIGI bisa abadi.

Ditambah kehidupan mereka berdua tidak seperti kebanyakan artis, yang lekat dengan gossip.

image2-1

Dewa Budjana yang tetap dengan ciri khasnya, “dingin”….

Pada Armand dan Budjana kita para pegawai Kemenkeu bisa berkaca. Bahwa dengan perbedaan yang fundamental tidak menghalangi mereka untuk tetap kompak untuk terus berkarya. Dari perbedaan agama justru mereka menjadi kuat. Persahabatan adalah segalanya, apalagi kita disatukan dalam ikatan nilai-nilai Kementrian Keuangan.

duhai sahabat teman sejati,

saya di sini terus mengingati,

hajat berjumpa simpan di hati,

moga tiba jua saat dinanti.

(Sahabat-GIGI)

Lagu religi GIGI yang dilansir menjelang ramadhan, hampir selalu berada di tangga atas daftar lagu, padahal Budjana bukan seorang muslim.

Kesamaan visi dan misi untuk tetap berkarya pada diri Armand dan Budjana yang membuat GIGI tetap ditunggu karya-karya nya oleh para penggemar musik tanah air. Dan karya mereka selalu kekinian ditambah dengan kekuatan lirik yang digarap oleh Budjana dan Armand menjadikan bukti bahwa berbeda bukan berarti harus terpecah belah.

Saat kita bertugas di suatu daerah seringkali kita tidak bersama sahabat karib selama di kampus atau rekan satu angkatan saat penerimaan pegawai, sangat mungkin kita akan berdua saja satu kantor dengan rekan yang berbeda keyakinan. Apakah terus kemudian kita tidak mau bekerjasama.? Apakah selanjutnya kita masing-masing berdiam diri tidak peduli pada jalannya organisasi kantor kita.

Padahal kita sadar dan tahu negara ini sangat bergantung pada kerja kita, kita yang mengumpulkan uang untuk kas negara sekaligus harus bisa menyalurkan kepada kementrian dan lembaga dengan bijak tanpa melupakan prinsip anggaran negara yang berimbang.

Jika terus mencari perbedaan maka sekecil apapun akan membesar, sebaliknya dengan kita selalu mengedepankan persamaan akan menambah kekuatan.

Dengan berkaca pada GIGI yang tinggal dua mereka tetap bisa berkarya tetap melahirkan karya fenomenal. Sudah seharusnya kita tidak kalah dengan GIGI. Tidak usah sibuk mencari kesalahan dan kekurangan teman sejawat, karena bagaimanapun kita juga manusia yang tidak luput dari salah.

Bergandengan tangan menjadikan negeri ini gemah ripah loh jinawi. Loh jinawi tidak akan tercapai manakala keadaan ekonomi nasional morat-marit, dan kita pegawai Kemenkeu adalah adalah bagian penting perekonomian nasional, karena kerjabersama untuk negeri.

Engkau ingin memiliki seorang sahabat yang tidak ada kesalahannya sama sekali..?
Maka apakah kayu gaharu bisa mengeluarkan harum wanginya tanpa ada asapnya..??

(pepatah Arab)

 

admin_kangardani

2 Comments

  1. Makin tajam dan keren tulisanmu Kang Haji Ardani,… semoga selalu diberi kemudahan dari Allah,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *