0

PUSH YOUR LIMIT

Dalam sebuah kegiatan di Kantor, seorang sahabat pernah berkeluh kesah terhadap sikap dan perilaku para pegawai yunior. Salah satu keluhan yang disampaikan adalah, adik-adik kami tidak bisa lepas dari gawai mereka. Sahabat saya yang merupakan pakar SDM sampai kehabisan akal. Bagaimana mensiasati ketergantungan anak-anak muda di kantor dari gawai mereka.

DDDD3343

Gejala ketergantungan pada gawai memang sudah pada taraf mengkhawatirkan, karena mereka benar-benar tidak bisa lepas dari gawai mereka. Saat bertugas, mereka bisa menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik, di saat bersamaan bisa sembari update status di sosial media mereka. Bahkan tak jarang diselingi bermain game online!. Anak-anak sekarang memang multi tasking.

Anak-anak sekarang disebut digital native,  merujuk pada kecenderungan anak-anak tersebut untuk selalu bersentuhan dengan gawai mereka setiap waktu.

Generasi remaja saat ini cenderung lebih bersifat skeptis dan sinis, sangat menjunjung tinggi privasi, memiliki kemampuan multi-tasking yang hebat, sangat tergantung terhadap teknologi, wawasan pemikiran yang sangat luas, menyukai tarvelling. Mereka sangat kuat relasinya di dunia maya, bahkan bisa dikatakan sangat cerewet, bertolak belakang  di dunia nyata . 

Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan anak-anak bermain gawai tanpa terkontrol, waktu istirahat anak berkurang, perkembangan fisik terganggu kemampuan mengembangkan pikirannya, dan anak tidak bisa merefleksikan dan mengekspresikan diri.

Era digital membuat para remaja menginginkan keberadaannya diakui, selalu terhubung dengan media sosial, cenderung cuek, anti sosial, menikmati kesendirian dan kehilangan kemampuan sosialisasi

Mencermati fenomena diatas, saat ini kegiatan kegiatan yang bersifat massal mulai kembali digalakkan di instansi kami. Virus kegiatan olah raga team seperti sepakbola, basket, bola volly , lari, badminton ditularkan. Kegiatan seni seperti klub musik, menari juga mendapat fasilitas. Agar anak muda yang minat seninya lebih besar dibanding olah raga tetap bisa menyalurkan hobby mereka.

Itu semua akan bisa terlaksana, manakala kita para senior di kantor menjadi contoh. Jika himbuan tersebut hanya untuk anak-anak muda bergerak agar menjadi  makhluk sosial, sebaliknya kita para senior diam saja tidak bergerak,  dengan dalih banyak tugas, faktor usia dan alasan-alasan pembenar lainnya hanya akan menjadikan harapan kita tinggal harapan kepada para penerus kita di institusi tercinta ini.

Zon Politicon / makhluk sosial : manusia adalah makhluk yang selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan manusia yang lainnya yang kemudian menghasilkan bentuk kelompok masyarakat. ( Aristoteles)

Bisa jadi kita tidak sepanjang waktu bermain bersama mereka di lapangan, namun kehadiran kita lebih dari cukup bagi mereka para yunior kita. Mereka butuh contoh nyata bukan sekedar kata-kata. Bukankah metode parenting terbaik adalah dengan contoh nyata bukan melalui kata-kata.

Salah satu institusi kami yang mempunyai tradisi hebat adalah  Kanwil Khusus DJBC Kepulauan Riau,  dimana seminggu dua kali (Selasa dan Jum’at) melakukan kegiatan  berlari bersama berkeliling kota Tanjung Balai Karimun, dari Kepala Kantor Wilayah hingga pelaksana. Disini pimpinan tertinggi bukan sekedar memberi perintah, namun memberi contoh dengan ikut berlari bersama seluruh pegawai.  Dari tradisi ini lahir lomba lari Marine Customs Run , bahkan lomba lari marathon ini sekarang sudah menjadi agenda rutin yang bersifat Internasional. 

Dari kegiatan yang terlihat sepele tersebut, ternyata mampu menjadi sebuah event yang membanggakan masyarakat Tanjung Balai Karimun khususnya Kepulauan Riau pada umunya, karena telah menjadi salah satu ajang promosi mengenalkan daerah mereka melalui lari marathon.

Berlari mengajarkan kepada kita  untuk selalu memiliki semangat juang dan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik dalam mencapai tujuan serta berpikir positif untuk selalu berusaha menembus tingkat kemampuan kita (push the limit). 

Anak-anak generasi Y  di kantor saat ini, menjadi sandaran kita dalam mengerjakan tugas-tugas kantor. Mereka harus diberi kepercayaan sepenuhnya agar mereka bisa memiliki kepercayaan diri. Bukan hasil yang diutamakan namun proses mengerjakan tugas yang  lebih penting. Tidak sempurna, banyak salah disana sini adalah hal yang wajar, sepanjang hal tersebut masih dalam rentang kendali, maka hal ini tidak akan menjadi masalah.

Bagi para anak muda di institusi ini, kini saatnya menunjukan kemampuan yang mereka miliki dengan cara anak muda, style khas anak muda yang kekinian. Terlihat slengek-an namun kami sebagai orang tua faham bahwa saat ini memang begitu gaya mereka. Anak-anak muda yang potensial, dengan potensi akademik diatas rata-rata. Meraka adalah anak muda yang berhasil menyisihkan ribuan saingan untuk menjadi generasi muda dhana rakca .

Meskipun saat ini di dunia kerja hanya ditugaskan pada tugas ecek-ecek seperti menjadi  tukang ketik atau kurir surat . Terlihat sepele namun yakinlah ini adalah sebuah proses pembelajaran untuk masa depan. Perlu diketahui kurir jika tidak amanah maka sebuah informasi rahasia intelijen akan bisa bocor. Tukang ketik jika mampu mengetik dengan 11 jari secara sempurna menjadi tukang ketik profesional . Semua keputusan dan surat surat penting yang memerlukan kecepatan hanya bisa diselesaikan oleh mereka yang memiliki kemampuan mengetik secara  profesional cepat tanpa cacat.

Dengan pendekatan yang tepat, yakinlah adik-adik kita akan melejit potensinya. Memaksimalkan kegilaan mereka pada dunia sosial media melalui gawai. Salah satunya dengan cara mendorong mereka agar menyebarkan konten-konten positif institusi untuk #beacukaimakinbaik. Terus dan terus bergerak menyuarakan kebaikan dan kebajikan, bertindak profesional dalam balutan integritas adalah upaya kita membangun peradaban institusi yang semakin modern dan disegani masyarakat.

Orang-orang baik tidak boleh “kalah berisik” menyuarakan kepedulian sosial melalui sosial media mereka. ( Alfatih Timur pendiri kitabisa.com)

admin_kangardani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *